Insight

The Law of Capacity: Mengapa Bisnis Anda ‘Overload’ Layaknya Lift yang Kelebihan Muatan?

Ilustrasi Kapasitas Diri untuk Stapo.id

Sumber Gambar: METODE EVALUASI BISNIS: Sales & Leadership Coach Haryanto Kandani Saat Memaparkan Kerangka berpikir praktis KISS (Keep, Improve, Start, Stop) Pada Seminar Pengembangan diri di IOITE 2026, NICE PIK 2. Metode ini dihadirkan Sebagai Instrumen Evaluasi Bagi Para Pelaku Wirausaha Modern Untuk Membenahi Kelemahan Operasional Sekaligus Mendongkrak Performa Omzet Perusahaan. (Foto: Dok. Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Pakar motivasi dan kepemimpinan Haryanto Kandani membagikan panduan praktis menghadapi kompetisi modern dalam ajang IOITE 2026. Acara tersebut berlangsung di NICE PIK 2 pada Sabtu (10/10). Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas diri memegang peranan krusial bagi kemajuan usaha. Keberhasilan finansial berakar kuat pada kesiapan pola pikir pelaku usaha, bukan sekadar modal materiil semata.

Haryanto memperkenalkan prinsip The Law of Capacity di hadapan para peserta seminar. Prinsip ini menegaskan korelasi langsung antara kompetensi individu dan pertumbuhan omzet perusahaan. “Ternyata ketika Anda mengembangkan diri, bisnis Anda berkembang. Ketika Anda mengembangkan diri, omzet Anda bisa berkembang,” ujar Haryanto. Ia mengibaratkan keterbatasan manusia seperti lift yang menampung beban berlebih hingga membunyikan alarm tanda gangguan.

“Apa yang terjadi kalau lift yang muat 5 orang diisi 9 orang? Respons pertama lift adalah berbunyi, overload. Sudah berbunyi, tidak bisa menutup, dan tidak bisa naik,” jelasnya. Kondisi kelebihan beban tersebut memicu kelelahan kerja ekstrem bagi para profesional. Oleh sebab itu, setiap individu perlu memperbesar kapasitas diri melalui tahapan adaptasi yang terukur.

Meningkatkan Kapasitas Diri Melalui Kerangka KISS

Haryanto membagikan metode evaluasi KISS yang mencakup aspek Keep, Improve, Stop, dan Start. Kerangka berpikir praktis ini membantu pelaku usaha mengenali kelebihan serta membenahi kelemahan operasional harian. “Jika Anda orangnya detail, keep. Jika Anda orangnya semangat, keep,” ungkapnya. Langkah ini mendorong setiap orang untuk menghentikan kebiasaan lama yang menghambat kemajuan organisasi.

Selain metode KISS, ia menguraikan tiga pilar utama meliputi lingkungan, pergeseran paradigma, dan strategi terarah. Semangat kerja tanpa rencana matang hanya akan membuang energi secara percuma. “Karena tidak cukup hanya dengan semangat, Anda harus punya strategi untuk mencapai pengembangan di bisnis Anda,” ujarnya. Profesional sejati selalu menyusun skala prioritas agar terhindar dari rutinitas kerja harian yang pas-pasan.

Transformasi Kepemimpinan dan Manajemen Waktu

Tantangan era baru menuntut perubahan gaya manajemen, terutama saat mengelola pekerja generasi muda. Haryanto menyarankan para manajer agar mengedepankan pendekatan suportif daripada menciptakan atmosfer intimidatif. “Jangan bangga menjadi pemimpin yang ditakuti, tetapi banggalah menjadi pemimpin yang dihormati dan dicintai,” tegasnya. Pendekatan hangat ini menjaga stabilitas emosi pekerja muda sehingga produktivitas tim meningkat secara konsisten.

Disiplin waktu harian menjadi fondasi utama dalam mengeksekusi seluruh rencana operasional bisnis. Haryanto mengingatkan bahaya fenomena sibuk tanpa hasil yang kerap menjebak banyak tenaga kerja modern. “If you fail to plan, you plan to fail. Jika Anda gagal merencanakan, berarti Anda sedang merencanakan kegagalan,” tegas Haryanto. Perencanaan harian yang presisi membantu para pelaku usaha mengoptimalkan 24 jam secara produktif.

Penguatan kapasitas diri dan kemampuan manajerial menjadi modal mutlak bagi keberlanjutan bisnis di tengah disrupsi industri. Pemimpin yang adaptif dan fokus pada solusi akan selalu mampu menavigasi dinamika pasar yang terus berubah. Sinergi antara pola pikir positif, rencana terukur, dan kepemimpinan empatik menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.

Perhelatan Indonesia Outing Incentive & Travel Expo (IOITE) 2026 sendiri berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 8 hingga 11 Oktober 2026, dan sukses menjadi wadah bertemunya inovasi serta edukasi bagi para pelaku industri tanah air.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.