Test Drive: Hyundai IONIQ 6 Kini Disetop, Fokus Beralih ke Model Baru

Sumber Gambar: Hyundai IONIQ 6 (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Kabar mengejutkan datang dari ajang GIIAS 2026 di ICE BSD mengenai unit kendaraan listrik pabrikan Korea Selatan. Agen pemegang merek tampaknya mulai menghentikan pemasaran sedan listrik futuristik Hyundai IONIQ 6 pada beberapa dealer resmi. Langkah ini menandai pergeseran fokus strategi pasar otomotif mereka untuk menyambut lini kendaraan masa depan.
Status Penjualan Hyundai IONIQ 6 Saat Ini
Seorang tenaga pemasar dari Hyundai Cempaka Putih, Gede Aditya, memberikan konfirmasi resmi mengenai hilangnya unit premium tersebut. Gede menjelaskan bahwa unit Completely Built Up atau CBU tersebut kini sudah bersih dari daftar penjualan. “Kalau untuk Ioniq 6 kayaknya sudah discontinued. Di dealer Adit di Cempaka Putih, kita sudah tidak menjual Ioniq 6 ini dari sekitar bulan Januari,” ungkap Gede pada Minggu (2/8).
Gede menduga kekosongan stok tersebut terjadi karena pabrikan akan segera menghadirkan model suksesor yang lebih baru. Ia memberikan sinyal kuat bahwa Hyundai IONIQ 3 siap mengisi kekosongan lini yang ditinggalkan sedan premium tersebut. Kejadian ini membuat para peminat otomotif harus bersiap menyambut era baru mobil listrik yang lebih efisien.
Kelangkaan unit Hyundai IONIQ 6 membuat harganya kini sangat tidak menentu bagi calon pembeli di tanah air. Gede mengaku tidak bisa memberikan patokan pasti karena stok yang sudah sangat langka di berbagai daerah. “Sudah gelap, Pak. Karena kebetulan di dealer Adit di Cempaka Putih, kita sudah tidak menjual Ioniq 6 ini,” jelasnya saat ditemui di area Test Drive.
Spesifikasi Unggul dan Rencana Masa Depan
Meskipun masa baktinya segera berakhir, mobil listrik ini tetap membawa spesifikasi performa yang sangat luar biasa. Kendaraan ini mengandalkan sistem penggerak All-Wheel Drive yang mampu menyalurkan tenaga maksimal hingga mencapai 326 PS. Torsi puncaknya menyentuh angka 605 Nm dengan kemampuan akselerasi dari nol ke seratus kilometer per jam hanya 5,1 detik.
Sektor daya juga menjadi keunggulan utama berkat baterai berkapasitas besar yaitu 77,4 kWh yang sangat efisien. Baterai tersebut mampu mengantarkan mobil menempuh jarak maksimal hingga sejauh 519 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Selain itu, teknologi pengisian daya ultra cepat membantu pengisian daya dari sepuluh ke delapan puluh persen dalam 18 menit.
Fitur kabin mobil ini juga sangat modern dengan teknologi Vehicle-to-Load yang mampu menyalurkan daya listrik sebesar 3,6 kW. Pengendara juga dapat menikmati fasilitas Dual Panoramic Display serta sistem audio premium Bose yang memanjakan telinga sepanjang perjalanan. Sistem keselamatan aktif Hyundai SmartSense turut memberikan proteksi maksimal untuk menjamin keamanan pengemudi dan penumpang.
Keputusan produsen untuk menghentikan penjualan Hyundai IONIQ 6 menunjukkan kedinamisan strategi pasar mobil listrik global saat ini. Langkah transisi menuju model yang lebih terjangkau seperti rencana kehadiran tipe baru merupakan strategi yang sangat logis. Hal ini tentunya akan memperluas jangkauan pasar serta mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

