Tepung Singkong Bisa Jadi Bahan Pemadam Api, Ini Cara Kerjanya Secara Kimia

Depok, Stapo.id – Tepung singkong ternyata berpotensi menjadi bagian dari teknologi pemadaman kebakaran, khususnya untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, secara ilmiah, yang digunakan bukan tepung singkong kering sebagai pengganti bubuk APAR, melainkan pati singkong yang dimodifikasi dan diformulasikan bersama air, ammonium polyphosphate (APP), serta wetting agent. BRIN menegaskan teknologi tersebut masih membutuhkan validasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan.
Secara kimia, pati singkong terutama tersusun atas polisakarida amilosa dan amilopektin, yaitu rantai panjang molekul glukosa. Ketika pati dicampurkan dengan air dan diproses, sifat reologinya dapat direkayasa sehingga cairan menjadi lebih kental dan mampu menempel lebih lama pada permukaan vegetasi.
Mekanisme pemadamannya bukan berasal dari pati yang “memakan” api. Air menjadi komponen utama untuk menyerap energi panas melalui pemanasan dan penguapan. Pati yang dimodifikasi membantu mempertahankan air pada permukaan bahan bakar, sedangkan wetting agent menurunkan tegangan permukaan sehingga cairan dapat menyebar dan membasahi vegetasi dengan lebih efektif.
Komponen kimia yang lebih menarik adalah ammonium polyphosphate (APP). Ketika menerima panas, APP mengalami dekomposisi menghasilkan spesies fosfat dan gas seperti amonia. Produk fosfat kemudian mendorong pembentukan lapisan karbon (char) pada material yang terbakar. Lapisan ini bekerja sebagai penghalang terhadap perpindahan panas dan massa sekaligus membatasi kontak bahan bakar dengan oksigen. Mekanisme APP sebagai condensed-phase flame retardant juga telah banyak diteliti dalam literatur ilmiah.
Dengan demikian, formulasi tersebut bekerja melalui beberapa mekanisme sekaligus: pendinginan oleh air, pembasahan bahan bakar, peningkatan retensi air oleh pati, serta penghambatan reaksi pembakaran melalui APP.
Penggunaan berbasis pati bukan sekadar konsep laboratorium. Pada Agustus 2026, Kepolisian Kalimantan Selatan melakukan pengujian formulasi berbasis pati untuk kebakaran lahan gambut. Hasil uji dilaporkan mampu memperlambat penyebaran api, sementara metode pembasahan dan injeksi air juga digunakan untuk menurunkan temperatur lapisan gambut dan menekan sumber api bawah permukaan.
Meski demikian, teknologi ini belum dinyatakan sebagai pengganti universal untuk air, busa, atau retardant pemadam kebakaran komersial. Komposisi masih perlu dioptimalkan berdasarkan viskositas, stabilitas penyimpanan, sedimentasi, kemampuan penyebaran, kompatibilitas material, serta efektivitas pemadaman.
