Tekan Celah Kelalaian Karyawan, ALPHACODE dengan Claro-tech (I:Claro) Luncurkan Solusi ‘Human Risk Management’ di NCC 2026

Sumber Gambar: Sejumlah pengunjung memadati stan ALPHACODE untuk berkonsultasi mengenai perlindungan data korporasi dalam National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Penyedia layanan keamanan siber terpadu ALPHACODE bersama sub-bisnisnya, Claro-tech (I:Claro), memperkenalkan solusi perlindungan data korporasi berbasis pengelolaan risiko manusia atau Human Risk Management dalam acara IT dan Cyber yaitu National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta 28 hingga 29 Oktober 2026. Langkah ini menjadi strategi untuk menekan angka insiden siber yang kerap memanfaatkan celah kelalaian internal perusahaan B2B.
Menurut Mirna Indriasari
Security Program Manager
Alpha Code Technologies, mengungkapkan bahwa platform yang dikembangkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini sengaja menitikberatkan pada faktor manusia. Menurut pengamatannya di lapangan, mayoritas kasus peretasan dan kebocoran data di Indonesia terjadi bukan karena kelemahan pada infrastruktur sistem, melainkan dipicu oleh kecerobohan pengguna atau karyawan dalam merespons ancaman digital.
Pendekatan Tiga Pilar Pertahanan Siber
Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan yang berkantor pusat di DBS Tower Kuningan ini mengusung kerangka kerja yang mencakup tiga pilar utama, yaitu evaluasi (Assess), pertahanan (Defend), dan edukasi (Educate). Tahapan pengamanan biasanya diawali dengan pengujian celah keamanan atau penetration testing guna memetakan tingkat kerentanan aplikasi sebelum masuk ke tahap penguatan sistem.
Pada pilar edukasi, Claro-tech yang merupakan hasil penggabungan entitas bisnis Aktraya dan GAD menawarkan platform simulasi phishing yang telah disesuaikan dengan regulasi lokal. Solusi ini mempermudah pelaku usaha B2B untuk memenuhi standar kepatuhan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga sertifikasi standar internasional seperti ISO.
Deteksi Anomali Internal dan Kepatuhan Regulasi
Melengkapi aspek edukasi praktis, Claro-tech turut menyiagakan perangkat pemantau perilaku pengguna berupa Security Information and Event Management (SIEM). Perangkat teknologi ini berfungsi mendeteksi adanya anomali atau aktivitas tidak sah saat terjadi pengaksesan data sensitif, seperti upaya mengunduh dokumen finansial oleh entitas di luar tim keuangan perusahaan.
Mirna Indriasari menambahkan bahwa tren pasar menunjukkan peningkatan permintaan layanan keamanan siber satu pintu secara signifikan, terutama dari sektor perbankan, teknologi finansial, dan fasilitas kesehatan. Ia menegaskan bahwa investasi pada kecanggihan perangkat keras dan lunak harus diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan sumber daya manusia agar sistem pertahanan dapat bekerja secara optimal.
