Bisnis

Ramaikan IOITE 2026 di PIK 2, Alas Harum Bali Rilis Unit Wisata Premium ‘Alas Adventure’

Ilustrasi Alas Harum Bali untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Diferensiasi Layanan Wisata: Suasana stan interaktif Alas Harum Bali Group dalam IOITE 2026. Melalui peluncuran lini Alas Adventure, pengelola destinasi Ubud ini menawarkan wahana luar ruangan premium seperti lintasan ATV dan paintball untuk menggaet segmen pelancong urban. (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Ajang International Oriental Tourism Expo (IOITE) 2026 di NICE PIK 2 menghadirkan berbagai inovasi pariwisata. Pengelola destinasi Alas Harum Bali memanfaatkan momentum pameran pada 8-11 Oktober 2026 ini untuk memperluas pasar. Mereka memperkenalkan unit rekreasi Alas Adventure kepada pengunjung pameran skala internasional tersebut.

Sales Manager Alas Harum Bali, Hensi Rosa, memaparkan nilai filosofis di balik pengembangan kawasan wisata Ubud tersebut. Pengelola memadukan pesona panorama alam tropis, karya seni kriya, dan tradisi lokal secara harmonis. Desain arsitektur kawasan memanfaatkan material anyaman karya perajin lokal demi menyajikan identitas budaya Pulau Dewata.

“Destinasi wisata ini menyeimbangkan semuanya dengan unsur seni dan budaya. Alamnya kita pertahankan dan eksplorasi; ada sisi modernnya, tapi tetap mengangkat budaya Bali,” ujar Hensi Rosa saat menemui pengunjung pameran.

Eksplorasi Wahana Premium di Alas Harum Bali

Layanan Alas Adventure menyasar segmen wisatawan yang menginginkan aktivitas luar ruangan penuh tantangan. Pengunjung dapat menjajal lintasan kendaraan ATV, simulasi paintball, agenda pengembangan tim, hingga rute bersepeda. Kawasan ini juga melengkapi kenyamanan pelancong dengan fasilitas relaksasi seperti kolam renang dan jacuzzi di Cretya Sunset.

“Ini lebih ke segmen yang premium. Keren sekali, yang penting ini asli dari Bali,” pungkas Hensi Rosa mengenai daya tarik unit barunya.

Peluang Pertumbuhan Bisnis Wisata Berkelanjutan

Pihak pengelola menetapkan tarif tiket masuk seragam sebesar Rp70.000 bagi wisatawan domestik maupun turis mancanegara. Biaya tersebut membuka akses menuju area restoran, beragam spot swafoto, serta pemandangan air terjun yang asri. Bermula dari perkebunan kopi sederhana pada 2014, destinasi asal Tegallalang ini terus berkembang menyajikan pengalaman liburan berkelas.

Langkah ekspansi wahana petualangan ini membuktikan keberhasilan pelaku usaha daerah dalam menaikkan nilai tambah potensi wisata. Strategi memadukan tradisi leluhur dengan manajemen modern menjadi rujukan berharga bagi wirausaha kreatif di sektor pariwisata nasional.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.