Otomotif

Produksi Bus Listrik VKTR Targetkan TKDN 80 Persen

Ilustrasi Produksi Bus Listrik untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Presiden Prabowo Subianto mempercepat program produksi bus listrik nasional demi mendukung kemandirian industri otomotif dalam negeri. Beliau meresmikan pabrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas baru tersebut mampu merakit puluhan ribu unit setiap tahunnya. Kepala Negara berharap pabrik ini membawa dampak besar bagi ekonomi rakyat.

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian industri lokal. Beliau memantau langsung proses perakitan kendaraan komersial berbasis energi terbarukan itu. Ia ingin Indonesia memiliki produk unggulan yang mampu bersaing global. Kehadiran industri ini membuktikan komitmen pemerintah terhadap energi bersih.

“Saya dapat laporan kemampuan VKTR bisa memproduksi 10 ribu bus listrik yang konten, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) itu sekarang sudah 40 persen,” ujar Prabowo saat beri sambutan di Magelang, Jawa Tengah.

Meningkatkan Komponen Dalam Negeri Secara Bertahap

Prabowo menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri pada unit produksi tersebut. Pemerintah menargetkan angka persentase tersebut akan naik secara signifikan. Saat ini, tingkat kandungan lokal sudah mencapai batas minimal yang berlaku. Namun, produsen memiliki rencana ambisius untuk beberapa tahun ke depan.

“Konten TKDN itu dalam negeri sekarang sudah 40 persen dan dalam waktu sebentar lagi mungkin sekitar dua tahun lagi sudah 60 persen, dua tahun setelahnya menuju 80 persen,” papar Prabowo. Langkah ini bertujuan agar industri nasional tidak bergantung pada barang impor. Pemanfaatan material lokal akan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi warga. Kemandirian industri otomotif menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Visi Menjadi Juara Produksi Bus Listrik

Presiden memiliki harapan besar terhadap perkembangan produksi bus listrik di masa mendatang. Beliau ingin melihat perusahaan lokal sejajar dengan merek otomotif ternama dunia. Negara lain sudah memiliki raksasa otomotif yang sangat menguasai pasar global. Indonesia harus segera menyusul kesuksesan tersebut melalui inovasi berkelanjutan.

“Saya bangga bisa hadir di sini dan saya terus akan memantau progres saudara. Sampaikan kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting. Saya berharap faktor ini akan menjadi salah satu national champion kita,” bilangnya. Pemerintah memberikan dukungan penuh bagi perusahaan yang serius membangun ekosistem listrik. Presiden membandingkan potensi perusahaan dalam negeri dengan industri di mancanegara.

“Kalau Jepang punya Isuzu dan Hino, kalau Korea Selatan ada Hyundai dan Daewoo. Saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” kata Prabowo. Perusahaan ini memang sudah lama memasok kebutuhan armada transportasi publik. Kini mereka terus memperluas kapasitas agar dapat memenuhi permintaan pasar luas.

Semangat kemandirian ini memicu inspirasi bagi sektor industri lain di tanah air. Ekosistem transportasi masa depan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur lokal. Pemerintah akan terus mempermudah regulasi agar investasi di sektor ini menguntungkan. Masyarakat juga perlu mendukung penggunaan produk buatan anak bangsa. Keberhasilan produksi bus listrik ini menandai era baru transportasi ramah lingkungan di Indonesia.