Pameran Design Odyssey: Menjelajahi ‘Semesta Karya’ Mahasiswa Desain Grafis PNJ

Sumber Gambar: Pameran Design Odyssey Hadirkan Ragam Karya Inovatif Mahasiswa Program Studi Desain Grafis PNJ (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Program studi Desain Grafis Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kembali memamerkan kreativitas mahasiswa melalui ajang tahunan. Panitia menyelenggarakan pameran bertajuk Design Odyssey di Auditorium Perpustakaan PNJ pada Selasa (1/9). Acara menarik ini menyajikan beragam karya inovatif dari semester awal hingga tugas akhir yang kompleks.
Pameran tahun ketiga ini mengusung konsep keunikan ragam karya mahasiswa yang sangat menginspirasi para pengunjung. Project Officer Design Odyssey, Salma Muthiah, menjelaskan makna penting di balik tema pameran tersebut. Pihak penyelenggara ingin memperlihatkan potensi luas dari dunia desain grafis kepada masyarakat umum.
Salma mengungkapkan kebanggaannya terhadap seluruh karya mahasiswa yang tampil dalam pameran ini. “Dari berbagai perbedaan tingkat kesulitan dan jenis karya tersebut, kita menciptakan satu keunikan atau sebuah universe bernama Semesta Karya. Sebenarnya itu yang ingin kita tunjukkan kepada orang-orang agar berkesan, bahwa ternyata Desain Grafis bisa menghasilkan banyak karya,” ujar Salma saat ditemui di lokasi acara.


Kreativitas Mahasiswa dalam Design Odyssey
Para pengunjung dapat menikmati berbagai jenis karya kreatif yang terpajang rapi di area pameran. Mahasiswa semester dua memamerkan karya graduation box yang sangat unik dan menarik perhatian. Sementara itu, mahasiswa semester 4 menyajikan buku edukasi interaktif hasil kolaborasi dengan pihak BMKG.
Mahasiswa tingkat akhir juga menampilkan proyek tugas akhir mandiri yang memiliki tingkat kerumitan tinggi. Proses pembuatan karya tersebut menuntut kemandirian penuh dan konsentrasi tinggi dari setiap mahasiswa. Selama proses pengerjaan, para dosen pembimbing memberikan arahan dan bimbingan secara intensif.
Kolaborasi dan Evaluasi untuk Masa Depan

Meskipun acara ini berlangsung sukses, Salma tetap memberikan beberapa catatan penting untuk perbaikan masa depan. Ia menyoroti aspek kesiapan logistik dan komposisi panitia agar kinerja tim semakin optimal. Salma merasa koordinasi logistik yang matang akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pameran selanjutnya.
Ia berharap kepanitiaan mendatang dapat bekerja lebih taktis selama proses persiapan tempat pameran berlangsung. “Harapan ke depannya panitia bisa lebih siap dan jumlah panitia laki-laki ditambah agar lebih efektif, terutama saat proses loading. Namun, secara keseluruhan kami semua sudah bekerja keras,” ungkapnya. Evaluasi objektif ini menjadi modal berharga bagi kepengurusan berikutnya.
Salma menekankan bahwa pengerjaan karya, terutama tugas akhir, menuntut kompleksitas tinggi karena dikerjakan secara mandiri sepenuhnya oleh mahasiswa dan dibantu dengan bimbingan dari dosen. Selain pameran fisik, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi intensif antara mahasiswa dan dosen yang memberikan dukungan penuh selama proses persiapan.
Ajang kreatif mahasiswa ini membuktikan bahwa institusi pendidikan mampu mencetak desainer muda yang berdaya saing tinggi. Kolaborasi solid antara mahasiswa dan dosen menjadi kunci utama kesuksesan pameran seni visual tersebut. Upaya evaluasi berkala akan terus mendorong peningkatan kualitas pameran Design Odyssey pada masa-masa mendatang.
Perlu diketahui penyelenggaraan Design Odyssey berlangsung mulai dari 1 September 2026 hingga 2 September 2026.

