Mengusung Ekonomi Sirkular dan Tembus Pasar Australia, Pakaian Rajut Anak Premium Asal Tegal Zemed Unjuk Gigi di Trade Expo Indonesia 2026

Sumber Gambar: Deretan koleksi busana rajut anak premium milik Zemed, merek lokal binaan Pemerintah Kabupaten Tegal, saat dipamerkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Produk busana rajut anak asal Kabupaten Tegal, Zemed, memperluas jangkauan pemasarannya ke panggung internasional melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang Selatan yang telah berlangsung dari tanggal 14 Oktober hingga 18 Oktober 2026. Kehadiran Zemed dalam pameran dagang bertaraf internasional tersebut menjadi representasi pelaku usaha binaan Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal yang memadukan inovasi produk kriya dengan orientasi ekspor.
Didirikan sejak tahun 2016, jenama ini secara konsisten memproduksi busana rajut berkualitas yang dirancang khusus untuk anak-anak usia satu hingga enam tahun. Dalam menjalankan aktivitas industrinya, Zemed mengadopsi prinsip ekonomi sirkular yang berkontribusi nyata pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target nomor 5 tentang kesetaraan gender serta nomor 8 mengenai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penyediaan lapangan kerja layak bagi tenaga kerja lokal.
Keunggulan Kualitas Bahan dan Ekspansi ke Australia
Perwakilan dari Zemed, Wiwik, mengungkapkan bahwa keandalan mutu bahan merupakan faktor pembeda utama yang menjadikan produknya diminati pembeli domestik maupun mancanegara. Karakteristik rajutan dirancang secara cermat agar memiliki daya tahan tinggi dan tidak mengalami deformasi atau megar setelah pencucian maupun pemakaian berulang kali. Kualitas tersebut terbukti dari pengakuan para konsumen setia yang menilai daya tahan pakaian tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kualitas material yang stabil tersebut berhasil membuka pintu perdagangan luar negeri, di mana Zemed saat ini telah berhasil menembus pasar Australia. Wiwik menjelaskan bahwa untuk melayani pesanan dari mitra bisnis di luar negeri, pihaknya memberlakukan ambang batas pemesanan minimum sebanyak 50 potong per bulan. Melalui momentum pameran TEI ke-41, Zemed berupaya membuka peluang kontrak ekspor baru ke wilayah potensial lainnya di benua Asia dan Eropa.
Ragam Varian Desain dan Penguatan Industri Kreatif Daerah
Berbagai koleksi unggulan turut dihadirkan untuk menarik minat para pembeli potensial selama pameran berlangsung. Lini produk yang ditampilkan mencakup desain Shasa Navy, Noura Publish, Sachet Gingham, Salsa Lilac, Sky Daisy, dan Salsa Blossom, hingga karya berkonsep tematik seperti Burgundy Hanbok dan Pink Mungunghwa. Produk-produk busana rajut anak berstandar premium tersebut dipasarkan dengan harga rata-rata sekitar Rp350.000 per potong.
Kolaborasi antara pelaku usaha mikro dan pendampingan dari instansi pemerintah daerah Kabupaten Tegal terbukti mampu meningkatkan daya saing komoditas tekstil lokal di pasar global. Pertumbuhan usaha ini diharapkan tidak hanya mengerek volume ekspor nonmigas, tetapi juga memperkuat ekosistem perajin rajut di daerah melalui skema produksi yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
