Otomotif

Marlip EV Menjadi Solusi Transportasi Publik di Jawa Barat

Angkot listrik Angklung produksi Marlip EV

Sumber Gambar: Instagarm @marlip.id

Depok, Stapo.id – PT Marlip Indo Mandiri secara resmi memperkenalkan kendaraan listrik terbaru mereka yang diberi nama Angklung untuk merevolusi sektor transportasi umum di Jawa Barat. Kehadiran kendaraan listrik yang dikembangkan secara lokal di Bandung ini menandai langkah baru dalam upaya transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan dan bebas polusi. Pemerintah Daerah Kota Bandung menyambut baik inovasi tersebut dengan memulai uji coba operasional secara langsung di jalan raya sejak akhir Oktober tahun lalu untuk memastikan kelayakannya sebelum diproduksi secara massal.

Inovasi terbaru yang disebut Angklung, singkatan dari Angkutan Kota Listrik untuk Bandung, hadir dengan berbagai spesifikasi modern untuk menunjang kenyamanan penumpang. Dilansir dari laporan Dinas Perhubungan Kota Bandung, angkot listrik ini memiliki dimensi panjang 5.200 milimeter dan tinggi mencapai 2.300 milimeter yang mampu menampung hingga 14 orang penumpang serta satu orang pengemudi. Kendaraan ramah lingkungan ini ditenagai baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 30,7 kilowatt-hour yang mampu menempuh jarak operasional hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara, kamera pengawas selama 24 jam untuk keamanan, serta sistem pembayaran nontunai menggunakan kode respons cepat dan kartu uang elektronik.

Inovasi Transportasi Publik Masa Depan Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat peluncuran uji coba menyampaikan bahwa kehadiran angkot listrik ini merupakan wujud nyata dari pembenahan manajemen transportasi di Kota Bandung. Pemerintah kota melakukan uji coba operasional perdana satu unit Angklung untuk melayani rute perjalanan dari Gunung Batu menuju Stasiun Bandung selama jangka waktu tiga bulan. Menurut pihak berwenang, efisiensi energi yang ditawarkan oleh kendaraan listrik ini sangat signifikan karena biaya operasionalnya jauh lebih hemat dibandingkan dengan angkutan berbahan bakar fosil. Melalui langkah awal ini, pemerintah diharapkan dapat mengintegrasikan angkot listrik tersebut dengan layanan bus raya terpadu agar mempermudah mobilitas masyarakat luas pada masa mendatang.