Whoosh Kian Mendunia, Ratusan Ribu Wisatawan Asing Pilih Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Sumber Gambar: wikipedia
Kereta Cepat Whoosh semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon transportasi modern Indonesia. Tidak hanya menjadi pilihan masyarakat domestik, layanan kereta cepat Jakarta–Bandung tersebut kini semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 184.740 warga negara asing menggunakan layanan Whoosh sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan internasional terhadap moda transportasi berkecepatan tinggi pertama di Asia Tenggara tersebut. Secara kumulatif, sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023 hingga Juni 2026, Whoosh telah melayani 866.458 penumpang asing.
Malaysia menjadi negara asal penumpang terbesar selama semester pertama 2026 dengan kontribusi mencapai 74.902 penumpang. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia ke Bandung yang dikenal sebagai destinasi belanja, kuliner, dan wisata keluarga favorit di Indonesia. Selain Malaysia, penumpang asing juga datang dari Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, hingga sejumlah negara Eropa.
Popularitas Whoosh di kalangan wisatawan internasional menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi modern dapat menjadi bagian dari daya tarik pariwisata sebuah negara. Dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam, perjalanan Jakarta–Bandung yang sebelumnya dapat memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Efisiensi waktu tersebut memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi dua kota besar dalam satu perjalanan.
Fenomena meningkatnya penggunaan Whoosh oleh wisatawan asing sebenarnya telah terlihat sejak 2025. KCIC sebelumnya mencatat pertumbuhan jumlah penumpang mancanegara lebih dari 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren tersebut terus berlanjut pada 2026 seiring semakin luasnya promosi destinasi wisata Indonesia dan meningkatnya konektivitas transportasi nasional.
Keberadaan Whoosh juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kemudahan mobilitas antara Jakarta dan Bandung mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, serta usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan yang dilalui jalur kereta cepat. Bagi wisatawan asing, Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman menikmati kemajuan teknologi transportasi Indonesia.
Di tengah persaingan destinasi wisata regional di Asia Tenggara, keberhasilan menarik hampir 185 ribu penumpang asing hanya dalam enam bulan pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi infrastruktur modern dapat berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang semakin terhubung, efisien, dan ramah bagi wisatawan internasional.
Dengan tren yang terus meningkat, Whoosh berpotensi menjadi salah satu wajah baru pariwisata Indonesia di mata dunia. Kehadiran kereta cepat ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana modernisasi transportasi dapat mendukung pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

