Jelang NLP & INDOGRITECH 2026, RMA Indonesia Siap Boyong Lini Traktor Modern Mahindra

Sumber Gambar: Dorong Mekanisasi Pertanian: Presiden Direktur PT RMA Indonesia, Toto Suharto (berdiri), memaparkan pentingnya percepatan modernisasi dan indeks daya mesin lahan pertanian nasional saat sesi konferensi pers jelang NLP dan INDOGRITECH 2026 di Auditorium HKTI, Jakarta, Selasa (27/10). Selaku pemegang lisensi Mahindra di Indonesia, RMA Group berkomitmen menyediakan solusi traktor canggih demi mendukung swasembada pangan. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – PT RMA Indonesia menekankan krusialnya percepatan mekanisasi pertanian demi mendongkrak produktivitas lahan dan mendukung target swasembada pangan nasional. Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Direktur RMA Indonesia, Toto Suharto, pada konferensi pers Nusantara Livestock and Poultry Expo serta Indonesia Agriculture Technology Expo 2026 yang berlangsung di Auditorium HKTI, Jakarta (27/10).
Dalam keterangannya, Toto memaparkan bahwa luas lahan pertanian Indonesia yang mencapai 10 hingga 11 juta hektare merupakan modal penting ketahanan pangan nasional. Selaku pemegang lisensi Mahindra di Tanah Air, RMA Group kini memperluas lini usahanya dengan menyediakan alat dan mesin pertanian modern mulai dari traktor, mesin tanam, hingga mesin panen untuk mempercepat siklus budidaya tanaman pangan.
Kesenjangan Indeks Mekanisasi Pertanian Nasional
Toto menggarisbawahi bahwa tingkat mekanisasi di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand. Indeks mekanisasi yang dihitung berdasarkan kekuatan mesin per hektare di Indonesia tercatat baru mencapai 2,15 horsepower per hektare, sedangkan Thailand telah menyentuh angka 4 horsepower per hektare. Di Pulau Jawa, angka tersebut bahkan berada pada kisaran satu horsepower per hektare dan masih didominasi traktor roda dua.
Selain indeks daya mesin, volume serapan alat mesin pertanian di pasar domestik juga tergolong kecil. Pasar traktor roda empat di Indonesia saat ini berada pada kisaran maksimal 12.000 unit per tahun, berbanding terbalik dengan India yang mampu menyerap hingga satu juta unit traktor per tahun. Kondisi lahan yang berterasering, petak sawah yang sempit, dan daya beli petani menjadi faktor yang mempengaruhi lambatnya transisi menuju mekanisasi penuh.
Lini Produk Mahindra dan Penguatan Edukasi Petani
Melihat kondisi tersebut, Toto menilai posisi Indonesia saat ini berada di antara tahap kedua dan ketiga dari empat fase mekanisasi menuju pertanian presisi berbasis teknologi tinggi. Untuk mempercepat transformasi ini, RMA Indonesia menghadirkan lini produk traktor Mahindra yang mencakup seri OJA 3140, 5050 4WD, 6060 4WD, 6075 4WD, hingga 9500 4WD, serta alat tanam Planting Master 4RO dan mesin panen otomatis.
Toto menegaskan kesiapan RMA Indonesia untuk berperan sebagai konsultan teknis sekaligus mitra strategis bagi para petani di lapangan. Perusahaan berkomitmen memberikan pelatihan operasional agar penggunaan mesin pertanian dapat mendongkrak efisiensi secara nyata. Solusi mekanisasi ini dijadwalkan dipamerkan secara komprehensif pada perhelatan INDOGRITECH 2026 yang berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026 di ICE BSD City.
