Danantara Siapkan Investasi Data Center, Investor di Atas 500 MW Diminta Bawa Pasokan Energi Sendiri

Danantara akan mengumumkan sejumlah proyek pusat data berskala besar dalam New Asia Forum di Bali pada Desember 2026. Investor dengan kebutuhan daya di atas 500 megawatt diminta menyiapkan pasokan energi sendiri untuk menjaga ketersediaan listrik nasional.
Depok, Stapo.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan sejumlah investasi infrastruktur digital, termasuk proyek pusat data atau data center, yang direncanakan diumumkan dan ditandatangani dalam New Asia Forum (NAF) pada 3-4 Desember 2026 di Bali.
Managing Director of Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyampaikan rencana tersebut pada Kamis (22/10/2026). Namun, Danantara belum mengungkapkan nama mitra, lokasi proyek, nilai investasi, maupun kapasitas pusat data yang akan dikembangkan.
Rencana ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pusat data membutuhkan kapasitas komputasi besar, sekaligus pasokan listrik dan air yang memadai untuk operasional serta sistem pendinginnya.
Pusat Data di Atas 500 MW Diminta Siapkan Energi Sendiri
Danantara mendorong skema bring your own energy (BYOE) bagi investor pusat data berskala besar dengan kebutuhan daya di atas 500 megawatt (MW). Melalui pendekatan ini, investor tidak hanya menyediakan modal pembangunan pusat data, tetapi juga menyiapkan infrastruktur energi untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Menurut Stefanus, kebijakan tersebut bertujuan agar peningkatan permintaan listrik dari pusat data tidak mengurangi pasokan energi untuk industrialisasi dan kebutuhan masyarakat. Untuk fasilitas yang lebih kecil dan masih menggunakan jaringan listrik umum, alokasi serta tarif listrik tetap mengikuti ketentuan PLN.
Selain energi, Danantara juga menyoroti kebutuhan air. Investor didorong menerapkan teknologi sirkulasi tertutup atau closed-loop untuk mengurangi penggunaan air baru, serta mempertimbangkan sistem pengolahan air dan desalinasi, khususnya bagi proyek yang berlokasi di dekat laut.
New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar
New Asia Forum merupakan forum investasi internasional yang didukung Danantara Indonesia bersama Richard Attias & Associates. Forum perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 itu menargetkan mobilisasi investasi sebesar US$30 miliar ke kawasan Asia.
Menurut keterangan resmi penyelenggara yang dipublikasikan melalui PR Newswire, agenda forum mencakup delapan sektor strategis, antara lain energi, sumber daya alam dan hilirisasi, manufaktur, infrastruktur digital dan AI, pangan, perdagangan, pariwisata, serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Meski demikian, target mobilisasi investasi forum tersebut tidak berarti seluruh nilai investasi akan langsung terealisasi atau berasal dari proyek pusat data. Besaran komitmen, mitra, dan jadwal pelaksanaan setiap proyek masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Bagi Indonesia, investasi pusat data berpotensi memperkuat infrastruktur digital dan mendukung pertumbuhan industri AI. Namun, realisasi peluang tersebut juga bergantung pada kesiapan energi, ketersediaan air, kepastian proyek, serta kemampuan investasi menghasilkan manfaat ekonomi bagi industri dan masyarakat.
