Dua Gerhana Matahari pada 2027, Totalitas Capai 6 Menit

Depok, Stapo.id – Tahun 2027 akan menghadirkan dua fenomena gerhana Matahari dengan karakteristik berbeda, yakni gerhana Matahari cincin pada 6 Februari dan gerhana Matahari total pada 2 Agustus. Peristiwa kedua menjadi perhatian karena durasi totalitasnya diperkirakan mencapai 6 menit 23 detik, menjadikannya salah satu gerhana Matahari total dengan durasi terpanjang pada abad ke-21.
Berdasarkan katalog astronomi NASA, kedua fenomena tersebut terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi hampir segaris. Namun, jarak Bulan dari Bumi menentukan apakah Matahari tertutup seluruhnya atau masih menyisakan lingkaran cahaya.
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027
Gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 diprediksi mencapai puncaknya sekitar pukul 10.07 UTC. Pada titik dengan durasi maksimum, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari selama sekitar 6 menit 23 detik.
Menurut data NASA Goddard Space Flight Center, jalur totalitas memiliki lebar sekitar 258 kilometer. Jalurnya melintasi sebagian wilayah Spanyol selatan, Afrika Utara, termasuk Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mesir, serta kawasan Arab Saudi dan Yaman.
Pengamat yang berada di jalur totalitas dapat menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya dan, jika kondisi cuaca mendukung, melihat korona atau atmosfer luar Matahari. Sementara itu, wilayah di luar jalur tersebut hanya berpeluang menyaksikan gerhana sebagian apabila berada dalam area visibilitasnya.
Durasi 6 menit 23 detik merupakan perkiraan maksimum di titik tertentu, bukan durasi yang akan dialami semua wilayah. Lamanya fase total bergantung pada posisi pengamat terhadap jalur gerhana.
Gerhana Matahari Cincin pada Februari
Sebelum fenomena Agustus, gerhana Matahari cincin akan terjadi pada 6 Februari 2027. Pada peristiwa ini, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi tampak lebih kecil sehingga tidak menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, tersisa lingkaran cahaya menyerupai cincin di sekeliling Bulan.
NASA mencatat gerhana cincin ini dapat diamati di sebagian wilayah Amerika Selatan dan Afrika. Wilayah yang lebih luas juga berpotensi mengalami gerhana sebagian, bergantung pada lokasi pengamat.
Apakah Terlihat dari Indonesia?
Indonesia tidak berada dalam jalur totalitas gerhana Matahari pada 2 Agustus 2027. Sebagian wilayah Asia Tenggara tercantum dalam area visibilitas gerhana sebagian, tetapi kemungkinan pengamatan dari Indonesia perlu diperiksa berdasarkan lokasi yang lebih spesifik.
Masyarakat yang ingin mengamati gerhana Matahari wajib menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar keselamatan. Kacamata hitam biasa tidak cukup untuk melindungi mata. Pengamatan melalui teleskop, kamera, atau binokular juga memerlukan filter Matahari yang sesuai.
Dengan perencanaan yang tepat, kedua gerhana tersebut menjadi kesempatan untuk memahami pergerakan benda langit sekaligus menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menarik pada 2027.
