Kabar

Edukasi Satwa Endemik Jadi Fokus Animalium di JIPS 2026

Ilustrasi Edukasi Satwa Endemik untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Animalium (Animal Science Center) Hadir dan Mendukung Pameran Hewan di Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Edukasi Satwa Endemik menjadi fokus utama lembaga Animalium dalam gelaran Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026. Lembaga riset ini menjalin kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memeriahkan acara tersebut. Mereka menyajikan pengetahuan mendalam mengenai satwa liar kepada seluruh pengunjung pameran di NICE PIK.

Gelaran pameran hewan berstandar Internasional ini berlangsung mulai tanggal 3 hingga 5 Juli 2026. Pihak penyelenggara memilih NICE PIK sebagai lokasi utama pertemuan para pencinta satwa. Melalui stan khusus, Animalium berupaya meningkatkan kesadaran publik terhadap keanekaragaman hayati tanah air.

Pentingnya Edukasi Satwa Endemik Bagi Masyarakat

Sales Animalium, Mulyana, menjelaskan misi utama keikutsertaan mereka dalam pameran besar ini. Pihaknya ingin memperkenalkan keragaman fauna Indonesia secara luas kepada masyarakat umum. Ragam fauna tersebut mencakup kelompok mamalia, reptil, aves, hingga pisces yang unik.

“Mungkin di acara ini lebih ke edukasi pengunjung ya, karena basic kami memang untuk edukasi. Jadi, kami memberikan edukasi yang lebih detail kepada pengunjung terkait satwa liar,” ujar Mulyana. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Pengunjung dapat melihat langsung beberapa hewan menarik di stan mereka.

Pengelola memamerkan satwa eksotis seperti Kucing Ras Pulau Raas asal Madura. Selain itu, pengunjung juga bisa mengamati ular, iguana, serta soa layar dari dekat. Kehadiran hewan-hewan ini menarik perhatian banyak keluarga dan anak-anak yang berkunjung.

Aturan Ketat Tanpa Transaksi Jual Beli

Pihak Animalium menerapkan kebijakan ketat dengan melarang segala bentuk transaksi komersial. Pengunjung tidak dapat membeli atau mengadopsi hewan yang ada di stan pameran. Fokus utama pameran ini menyasar pada keselamatan dan kelestarian satwa.

“Tidak ada. Karena kita lebih mengedukasi, bukan untuk transaksi,” tegasnya. Mulyana memastikan seluruh satwa yang hadir berada dalam kondisi jinak dan aman. Hewan-hewan tersebut sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia sehingga aman bagi anak-anak.

Mulyana juga membagikan tips penting saat masyarakat menjumpai reptil di alam bebas. Beliau mengimbau warga agar tidak sembarangan menyentuh atau menangkap hewan liar tersebut. Hal ini penting untuk menghindari potensi bahaya dari spesies berbisa.

“Saran dari saya, kalau menemukan reptil di alam liar tentunya jangan langsung diambil karena kita tidak tahu jenis itu berbisa atau tidak. Jadi usahakan panggil yang ahli,” pungkas Mulyana. Animalium berharap Edukasi Satwa Endemik seperti ini mampu meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Langkah nyata ini menjadi investasi berharga bagi kelestarian alam Indonesia di masa depan.