Charity Run PNJ 2026 Sukses Digelar, Ketepatan Waktu Jadi Catatan Evaluasi ke Depan

Sumber Gambar: Puncak Perayaan Dies Natalis: Gerbang Start/Finish ajang Charity Run 2026 yang Terpasang di Kawasan kampus Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Minggu (4/10). Kegiatan Olahraga Amal yang Memadukan Hiburan Musik Ini Menjadi Ajang Evaluasi Kepanitiaan Guna Meningkatkan Koordinasi Logistik di Masa Mendatang. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Politeknik Negeri Jakarta menyelenggarakan ajang Charity Run 2026 bersama ZIS Indosat pada Minggu (4/10). Acara ini menjadi puncak perayaan Dies Natalis PNJ ke-44 yang memadukan kegiatan olahraga amal dan hiburan musik. Para peserta menempuh rute lari melintasi kawasan kampus PNJ hingga lingkar Universitas Indonesia.
Panitia menempatkan enam pengawas jalur serta satu titik pos air mineral kemasan botol sepanjang rute. Peserta mengawali lari dari kampus PNJ, mengitari sejumlah fakultas di UI, lalu menyelesaikan rute kembali ke titik awal. Panggung Lapangan SPIRIT kemudian menyuguhkan penampilan musik dari Before Sunset, Keisha Gowin, The Juki Band, dan MBG (Mari Bergoyang Gembira).
Sorotan Peserta terhadap Manajemen Charity Run 2026
Meskipun menyajikan panggung meriah, ajang Charity Run 2026 menuai kritik tajam terkait tata kelola teknis. Salah satu peserta sekaligus alumni Akuntansi PNJ, Ahmad Syahrizal, menyoroti kendala logistik dan keterlambatan jadwal bendera start. Ia menyayangkan minimnya pelibatan pegiat olahraga eksternal akibat promosi yang terbatas.
“Harusnya panitia Charity Run merangkul lebih banyak komunitas untuk acara ini, apalagi ini bukan hanya untuk mahasiswa atau alumni PNJ, tapi untuk umum,” kata Syahrizal. Pelaksanaan lomba mundur tiga puluh menit dari jadwal rencana pukul 06.00 WIB. Syahrizal menegaskan, “Harusnya kita start jam 6, tapi tadi baru mulai jam setengah 7. Pelaksanaannya agak ngaret di situ,”
Sejumlah peserta juga mengeluhkan pembagian atribut seperti nomor dada, gelang, dan medali yang belum merata walau membayar biaya pendaftaran Rp220 ribu. Syahrizal turut menyarankan jadwal lomba tidak berdekatan dengan masa Ujian Tengah Semester. “Kesimpulannya, waktu pelaksanaan jangan dekat dengan jadwal UTS supaya mahasiswa bisa ikut. Baru maba lho, kalau nilai jelek bisa kena DO,” tambahnya.
Apresiasi Mahasiswa dan Evaluasi Acara Mendatang
Di sisi lain, mahasiswa PNJ Alghi memberikan pandangan positif terhadap keseruan agenda olahraga kampus tersebut. “Menurut ku, acaranya Best dan berjalan dengan sangat baik dan sukses. Kegiatannya seru, positif, dan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun civitas akademika PNJ. Acara seperti ini juga membuat lingkungan kampus terasa lebih aktif dan menyenangkan,” ungkap Alghi. Selain itu Alghi berpesan bahwa, kegiatan positif seperti ini bisa terus dipertahankan dan dilanjutkan ke depannya dengan konsep yang semakin menarik. Semoga semakin banyak kegiatan seperti ini yang dapat memberikan pengalaman dan manfaat bagi mahasiswa PNJ.
Penyelenggaraan agenda olahraga berskala publik membutuhkan koordinasi logistik yang matang agar memberikan kepuasan maksimal kepada peserta. Panitia dapat memanfaatkan masukan teknis para peserta sebagai bahan evaluasi penting untuk agenda mendatang. Peningkatan ketepatan waktu serta distribusi fasilitas yang adil akan semakin memperkuat reputasi positif institusi, tidak kalah pentingnya kepercayaan dari peserta yang mengikuti lomba terasa nyaman dan evaluasi untuk tahun kedepan lebih baik lagi.
