Kabar

Pemerintah Bangun Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional Baru

Ilustrasi Pusat Keuangan Internasional untuk Stapo.id

Sumber Gambar: generate AI

Depok, Stapo.id – Pemerintah sedang mempercepat pengembangan Bali sebagai Pusat Keuangan Internasional melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali pada Jumat lalu. Beliau didampingi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan kawasan ekonomi strategis tersebut.

Strategi Pembangunan Pusat Keuangan Internasional di Kura Kura Bali

Menurut laporan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah kini sedang mematangkan regulasi landasan KEK Sektor Keuangan. Langkah ini bertujuan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian Pusat Keuangan Internasional yang kompetitif. Skema pengelolaan dan fasilitas khusus disiapkan guna menarik minat investor global secara signifikan. Pengembangan ini merupakan bagian dari arahan strategis Presiden Prabowo Subianto.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun. Kawasan ini telah berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 2.146 orang sejauh ini. Pihak pengelola memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi bisnis yang strategis. Ekosistem tersebut mengoptimalkan modal pengetahuan dan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Hal ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Dewata.

Transformasi Wisata Kesehatan dan Dampak Ekonomi di Sanur

Selain fokus pada sektor finansial, pemerintah juga memperkuat ekosistem health tourism di KEK Sanur. Bali International Hospital (BIH) telah beroperasi sejak April 2025 dengan standar pelayanan dunia. Fasilitas kesehatan ini menyediakan berbagai layanan spesialis bagi pasien domestik maupun mancanegara. Data menunjukkan jumlah kunjungan pasien mencapai 14.950 orang hingga awal tahun 2026. Mayoritas pengunjung rumah sakit tersebut merupakan warga negara asing.

KEK Sanur mencatatkan angka investasi yang sangat besar bagi perekonomian nasional saat ini. Realisasi investasi pada kawasan tersebut sudah menyentuh angka Rp5,37 triliun secara kumulatif. Total tenaga kerja yang terserap di kawasan Sanur mencapai 5.444 orang. Kehadiran fasilitas medis canggih memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan destinasi kesehatan global. Pemerintah optimis kawasan ini akan terus menarik minat wisatawan internasional.

Ambisi menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi terpadu menunjukkan langkah berani dalam transformasi nasional. Integrasi layanan keuangan kelas dunia dan wisata medis menciptakan nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada konsistensi regulasi serta kesiapan infrastruktur pendukung. Inisiatif strategis ini diprediksi akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.