Usung Konsep Satu Gerobak Satu Produk, Kemitraan Burger Go! dan Pizza Hola Hadir di FLEI Expo

Sumber Gambar: Stan Kemitraan Burger Go! & Pizza Hola di bawah naungan Boga Prima Rasa Saat Meramaikan Pameran Bisnis FLEI Expo 2026 di NICE PIK 2. Merek Cepat Saji ini Menawarkan Paket Usaha Kemitraan Dengan Skema Self-Managed Mulai dari Harga Promo Rp 70 juta untuk Paket Gerobak. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pameran FLEI Expo 2026 di NICE PIK 2 menghadirkan beragam opsi usaha menarik bagi calon wirausahawan. Dua merek cepat saji naungan Boga Prima Rasa, Burger Go! dan Pizza Hola, turut meramaikan ajang tersebut. Keduanya memperkenalkan konsep kemitraan bisnis kuliner yang praktis dengan modal awal sangat bersahabat bagi pemula. Bisnis yang beroperasi sejak tahun 2024 ini mencatatkan pertumbuhan signifikan di pasar makanan cepat saji.
Skema Kemitraan Bisnis Kuliner yang Terjangkau
Pihak pengelola menawarkan sistem usaha mandiri namun tetap mendampingi seluruh kebutuhan operasional para mitra. Manajemen memberikan fleksibilitas tinggi bagi setiap pemilik modal dalam menjalankan aktivitas harian outlet. “Kita self-managed dan full operasional,” ujar perwakilan merek tersebut saat memaparkan rincian usaha kepada calon rekanan. Dukungan menyeluruh ini memperkuat daya tarik kemitraan bisnis kuliner bagi para pelaku usaha pemula.
Calon mitra dapat membeli paket gerobak usaha dengan modal investasi sebesar Rp10 juta. Namun, manajemen menetapkan aturan ketat bahwa satu gerobak hanya menjual satu lini produk saja demi menjaga mutu makanan. “Oh bukan. Jadi kalau satu gerobak itu tidak bisa, harus satu produk,” ungkapnya. Ia menegaskan, “Jadi harus memilih mau burger atau pizza olahannya.” Sistem pemisahan menu ini membantu menjaga fokus layanan serta menyederhanakan proses persiapan makanan bagi pembeli.
Langkah pemisahan produk ini bertujuan membantu pembeli mengenali menu favorit secara mudah. “Iya, biar tidak bingung kalau mau makan pizza ada, makan burger juga ada. Konsep kita memang fast food,” tambahnya. Strategi penajaman produk gerobak ini memperjelas identitas dagang masing-masing merek di mata para pelanggan setia.
Analisis Keuangan dan Estimasi Balik Modal Kemitraan
Berdasarkan perhitungan analisis bisnis dari pihak pengelola, seluruh paket kemitraan yang ditawarkan memiliki skema proyeksi keuangan yang terukur dengan target pengembalian modal atau Break Event Point (BEP) yang relatif cepat, yakni berkisar antara 4 hingga 6 bulan saja. Kejelasan target ini menjadi nilai tambah bagi para wirausahawan pemula yang ingin meminimalkan risiko investasi di tahun-tahun awal operasional.
Untuk paket investasi paling terjangkau, yaitu Paket Gerobak senilai Rp70 juta, mitra ditargetkan mampu menjual rata-rata 40 porsi per hari dengan harga jual Rp27.000 per porsi. Jika target tersebut konsisten tercapai, lini usaha ini diproyeksikan mampu mendatangkan laba bersih hingga Rp12,7 juta per bulan dengan efisiensi tenaga kerja yang hanya membutuhkan 2 orang karyawan saja.
Sementara itu, bagi pemilik modal yang menginginkan skala usaha lebih besar, tersedia pilihan Kios Mini dengan nilai investasi Rp100 juta yang menjanjikan laba bersih sekitar Rp17 juta per bulan. Bagi yang membidik pasar premium, tipe Kios Outlet dengan nilai investasi Rp150 juta menawarkan potensi profit paling maksimal, yaitu mencapai Rp33,9 juta per bulan. Pada tipe outlet ini, harga rata-rata produk berada di angka Rp50.000 per porsi dengan sistem operasional mandiri yang diperkuat oleh 4 orang tenaga kerja.
Rencana Ekspansi Pasar Menuju Wilayah Depok
Saat ini, kedua merek memusatkan basis operasional dan dapur produksi utama pada beberapa titik di Jakarta Timur. Kawasan Kalimalang, Cipayung, Pondok Gede, serta Kalisari menjadi pusat pergerakan bisnis mereka selama ini. Kini, pihak pengelola mulai membidik pangsa pasar baru di kawasan Depok melalui persiapan gerai di Jalan Juanda dan Tapos. Langkah perluasan jaringan ini membuka kesempatan kemitraan bisnis kuliner yang semakin luas di area penyangga ibu kota.
Langkah Boga Prima Rasa memisahkan jenis gerobak dengan modal terjangkau mencerminkan strategi penetrasi pasar yang sangat terukur. Konsep gerobak spesifik ini meminimalkan kerumitan operasional sekaligus mempertahankan standar rasa makanan cepat saji. Keberanian berekspansi ke wilayah pinggiran seperti Depok menunjukkan prospek pertumbuhan industri makanan jalanan yang tetap menjanjikan.
