Bisnis

Strategi Sagolicious Dorong Komoditas Sagu Tembus Pasar Kuliner Modern di CBE 2026

Ilustrasi Inovasi Olahan Sagu untuk Stapo.id

Sumber Gambar: INOVASI PANGAN LOKAL: Suasana Stan Pameran Sagolicious di Hall 5 Booth 47B di Acara Café & Brasserie Expo Indonesia di NICE PIK 2, Jakarta, Jumat (9/10). Brand kuliner Berbasis Sagu Telah Mengantongi Penghargaan MURI ini Menghadirkan Ragam Inovasi Olahan Pangan Nusantara sekaligus menawarkan Program Promo Belanja Spesial Bagi Para Pengunjung Selama Pameran Berlangsung. (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Sagolicious memperkenalkan inovasi olahan sagu dalam ajang Cafe Brasserie Expo Indonesia di NICE PIK 2. Pameran kuliner bergengsi ini berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, brand kuliner lokal tersebut memamerkan pangan nusantara kepada khalayak luas. Kehadiran mereka membuktikan potensi besar komoditas lokal dalam industri makanan modern.

Ragam Menu dan Inovasi Olahan Sagu

Pengunjung dapat menikmati aneka kreasi makanan berbahan dasar sagu dengan racikan bumbu khas nusantara. Stan pameran menyajikan nasi goreng iga, nasi goreng tuna, mie sagu, hingga nasi goreng rempah iga. Seluruh sajian tersebut menawarkan alternatif karbohidrat lezat bagi masyarakat perkotaan. Jenama ini menghadirkan menu berkualitas dengan cita rasa yang memikat lidah.

Pihak pengelola stan mematok harga ramah kantong bagi para pengunjung expo. Konsumen dapat membeli sajian istimewa ini mulai dari tiga puluh ribu rupiah. “Untuk menu yang dihidangkan Sagolicious ini kita memberi harga mulai dari tiga puluh ribu,” ujar Ali saat melayani pembeli. Mereka juga membagikan sampel rasa kari dan tomyum secara cuma-cuma. “Jadi di pameran ini kami menyediakan dua rasa unggulan yaitu rasa kari dan tomyang,” sahutnya saat mempertegas pilihan tester tersebut.

Sago Rice (Foto: stapo.id)
Sago Rice (Foto: stapo.id)

Selain menu siap santap, Sagolicious juga memboyong produk unggulan kemasan mereka, salah satunya adalah Sago Rice atau beras sagu instan alami. Guna menarik minat pembeli di ceruk pasar retail, pengelola memberikan penawaran khusus selama pameran berlangsung. Produk yang biasa dibanderol dengan harga normal Rp70.000 per bungkus tersebut kini bisa didapatkan dengan harga promo Rp120.000 untuk pembelian dua bungkus. Tak hanya itu, pada display produk ritelnya, mereka juga menawarkan skema promo “Beli 2 Gratis 1” untuk varian produk tertentu.

Tidak hanya beras sagu, inovasi lain yang menarik perhatian adalah varian Mie Sagolicious Sago Noodle / Pasta. Rangkaian mie sehat bebas gluten (gluten-free) ini hadir dalam berbagai varian warna dari bahan alami seperti Dragon Fruit (buah naga), Turmeric (kunyit), Spirulina, hingga varian Original. Produk mie porsi keluarga seberat 300 gram yang cukup untuk 6 kali penyajian ini dijual dengan harga normal Rp45.000 per bungkus. Namun, khusus di area pameran CBE, pengunjung dimanjakan dengan promo hemat seharga Rp70.000 untuk pembelian dua bungkus.

Mie Sagu dari Sagolicious (Foto: stspo.id)
Mie Sagu dari Sagolicious (Foto: stapo.id)

Pengembangan Bisnis Kuliner Berkelanjutan

Jenama kuliner ini telah menempuh perjalanan bisnis yang cukup matang di pasar Indonesia. Pengelola mengaku telah menjalankan operasional usaha selama bertahun-tahun sebelum mengikuti expo akbar ini. “Sudah lebih dari tiga tahun,” tutur Ali mengenai perjalanan bisnis perusahaannya. Mereka mengelola pusat kegiatan utama di kawasan Jakarta Utara guna menjangkau para pelanggan setia.

Tim manajemen mengarahkan operasional harian melalui gerai utama mereka. Ali menyebut alamat atau home base Sagolicious ini berada di Kelapa Gading Jakarta Utara. Kehadiran gerai fisik ini memperkuat jaringan distribusi produk kepada pecinta kuliner.

Antusiasme tinggi tampak memenuhi stan pameran sepanjang perhelatan berlangsung. Banyaknya pengunjung yang mengantre untuk mencicipi sampel rasa hingga berburu promo produk ritel mencerminkan respons positif pasar urban terhadap pangan alternatif. Langkah kreatif ini membuktikan bahwa inovasi olahan sagu mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha pangan nusantara untuk menembus pasar kuliner modern.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.