Insight

Strategi Digital Marketing untuk Dongkrak Omset Bisnis

Ilustrasi Strategi Digital Marketing untuk Stapo.id

Narasumber & Penulis: Coach Margetty Herwin, Master Coach of Business & Executive Founder SMART Business Coach
Interviewer: Pradahlan Sindu Mardiko, Citizens Journalist & Co Founder stapo.id

Depok, Stapo.id – Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat, digital marketing kini tidak lagi cukup dijalankan sebagai rutinitas promosi semata. Bagi banyak pelaku usaha, tantangan terbesar bukan hanya soal membuat konten, memasang iklan, atau aktif di media sosial, melainkan bagaimana seluruh aktivitas pemasaran itu terhubung dengan arah bisnis yang jelas dan mampu mendorong pertumbuhan omset secara terukur. Perspektif inilah yang diangkat oleh Coach Margetty Herwin, Master Coach of Business & Executive sekaligus Founder SMART Business Coach, dalam insight bisnis bertajuk Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Omset Bisnis Secara Terarah.

Coach Margetty Herwin yang juga merupakan alumni Politeknik Universitas Indonesia, kini Politeknik Negeri Jakarta, angkatan 1990 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, menekankan bahwa banyak bisnis saat ini terjebak dalam aktivitas digital yang sibuk tetapi tidak efektif. Tidak sedikit pelaku usaha yang rutin membuat konten setiap hari, mengikuti tren platform, atau mengejar jumlah followers dan engagement, namun hasilnya tidak berbanding lurus dengan peningkatan penjualan. Kondisi ini, menurutnya, terjadi karena digital marketing dijalankan tanpa sistem, tanpa strategi, dan tanpa tujuan bisnis yang spesifik.

Digital Marketing Sebagai Pertumbuhan Bisnis

Dalam pandangannya, digital marketing harus diposisikan sebagai mesin pertumbuhan bisnis, bukan sekadar aktivitas pelengkap. Di era disrupsi yang terus berlangsung, kehadiran digital menjadi alat bertahan hidup bagi bisnis modern. Konsumen kini berpindah ke platform digital untuk mencari informasi, membandingkan produk, membaca ulasan, hingga membangun kepercayaan sebelum memutuskan pembelian. Jika sebuah bisnis tidak hadir secara relevan di ruang digital, maka besar kemungkinan bisnis tersebut tidak masuk dalam pertimbangan konsumen.

Ia menjelaskan, alasan utama digital marketing menjadi sangat penting saat ini berangkat dari perubahan cara konsumen membeli. Konsumen modern tidak lagi membeli hanya karena produk tersedia, tetapi karena mereka percaya pada brand, pemilik usaha, atau nilai yang dibangun di balik bisnis tersebut. Dalam konteks ini, personal branding, kualitas konten, dan konsistensi komunikasi menjadi aset penting dalam menciptakan trust. Bukan hanya produk yang dibeli, tetapi juga kepercayaan yang tumbuh melalui interaksi digital.

Coach Margetty juga menyoroti bahwa persaingan bisnis saat ini tidak lagi bersifat lokal. Dengan adanya digitalisasi, pelaku usaha kini berhadapan dengan kompetitor dari berbagai daerah bahkan lintas negara. Karena itu, strategi bisnis tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan lama yang hanya fokus pada produk dan distribusi. Di era digital, bisnis dituntut untuk membangun hubungan dengan pelanggan melalui edukasi, storytelling, engagement, dan pengalaman yang relevan secara berkelanjutan.

Menurutnya, salah satu penyebab utama bisnis sulit berkembang bukan semata karena kekurangan modal atau lemahnya kualitas produk, tetapi karena tidak adanya arah bisnis yang jelas. Banyak pemilik usaha memiliki impian besar seperti ingin menaikkan omset dua kali lipat atau memperluas pasar, namun target tersebut tidak dipecah menjadi langkah-langkah konkret yang bisa dijalankan harian, mingguan, maupun bulanan. Akibatnya, bisnis terlihat aktif, tetapi sesungguhnya berjalan tanpa arah yang terukur.

Pengalaman Menjadi Pendamping Bisnis

Dari pengalaman pendampingan bisnis yang telah dijalankannya selama lebih dari 18 tahun, Coach Margetty melihat ada beberapa kendala yang paling sering dialami pemilik usaha. Pertama adalah kebingungan dalam menentukan target market. Banyak bisnis ingin menjual ke semua orang, sehingga pesan pemasaran menjadi terlalu umum dan tidak memiliki daya tarik yang kuat. Kedua adalah ketidaktahuan dalam memilih channel marketing yang tepat. Tidak sedikit pelaku usaha yang hanya ikut tren platform tanpa memahami peran masing-masing kanal dalam proses branding, edukasi, dan penjualan. Ketiga adalah kebingungan dalam mengelola budget pemasaran, terutama ketika iklan terasa mahal tetapi tidak menghasilkan closing yang memadai. Keempat adalah ketiadaan direction atau arah bisnis, sehingga aktivitas berjalan tanpa visi, goal, dan KPI yang jelas.

Sebagai solusi, ia menawarkan pendekatan yang sistematis melalui framework yang sederhana namun aplikatif, yakni Dream, Goals, Learn, Plan, dan Action. Tahap pertama dimulai dari dream atau visi besar yang ingin dicapai bisnis. Setelah itu, visi harus diterjemahkan ke dalam goals atau target yang spesifik dan terukur. Langkah berikutnya adalah learn, yaitu meningkatkan kemampuan, wawasan, dan skill yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Setelah itu disusun plan atau strategi yang realistis, lalu dieksekusi secara disiplin melalui action yang konsisten.

Pendekatan ini menjadi penting karena banyak pemilik usaha terlalu lama berada di fase bermimpi tanpa benar-benar membangun sistem eksekusi. Sebagai contoh, target meningkatkan omset 30 persen dalam enam bulan tidak akan berarti jika tidak diikuti dengan breakdown target bulanan, jumlah leads yang dibutuhkan, jenis konten yang harus dibuat, hingga aktivitas follow up penjualan yang perlu dilakukan setiap hari. Dengan sistem seperti ini, bisnis tidak lagi bergerak berdasarkan perasaan atau intuisi semata, tetapi berdasarkan angka, evaluasi, dan perbaikan yang terukur.

Coach Margetty juga menekankan pentingnya peran business coach dalam membantu pemilik usaha melihat kondisi bisnis secara objektif. Dalam praktiknya, coach bukan orang yang menjalankan bisnis klien, melainkan pihak yang membantu pemilik bisnis memahami realita bisnisnya, memetakan masalah inti, serta mengarahkan langkah strategis agar pemilik usaha mampu menjadi pemimpin yang efektif bagi bisnisnya sendiri. Pendekatan ini dinilai relevan bagi pelaku UMKM maupun bisnis yang sedang bertumbuh dan membutuhkan arah yang lebih jelas.

Memahami Pentingnya Strategi Digital Marketing

Pada akhirnya, insight ini menegaskan bahwa digital marketing yang efektif bukan diukur dari seberapa sering sebuah bisnis posting di media sosial atau seberapa besar jumlah followers yang dimiliki. Keberhasilan justru ditentukan oleh seberapa kuat sistem pemasaran dibangun, seberapa jelas arah bisnis ditetapkan, dan seberapa konsisten strategi dijalankan. Tanpa itu semua, digital marketing hanya akan menjadi rutinitas yang menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya tanpa menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.

Bagi pelaku usaha yang merasa bisnisnya stagnan, refleksi yang ditawarkan Coach Margetty cukup jelas. Bisa jadi yang perlu dibenahi bukan produknya, bukan pula semangat usahanya, tetapi cara berpikir, sistem, dan strategi yang selama ini dijalankan. Di era digital yang serba cepat, bisnis tidak cukup hanya hadir. Bisnis harus hadir dengan arah, nilai, dan eksekusi yang terukur agar benar-benar mampu bertumbuh secara berkelanjutan.