Tech

SpaceX Dikabarkan Incar Data Startup Gagal untuk Latih Model AI

Konsep perangkat penyimpanan data server dan hard drive untuk pelatihan model AI

Depok, Stapo.id – Persaingan pengembangan kecerdasan buatan (AI) mulai memasuki tahap baru. SpaceX melalui divisi AI-nya, SpaceXAI, dilaporkan tengah mempertimbangkan pembelian data pelanggan dan operasional dari startup yang mengalami kesulitan atau sudah berhenti beroperasi untuk digunakan dalam pengembangan model AI.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan Bloomberg berdasarkan keterangan sejumlah orang yang mengetahui pembicaraan internal perusahaan. Diskusi tersebut disebut masih informal dan belum tentu menghasilkan kesepakatan. SpaceX juga belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar Bloomberg.

Data Lama Startup Bisa Menjadi Aset AI

Data yang menjadi perhatian SpaceXAI mencakup informasi pelanggan dan catatan operasional perusahaan. Data semacam ini dinilai berpotensi memberikan contoh interaksi dan aktivitas bisnis dunia nyata yang berbeda dari data publik di internet.

SpaceXAI disebut ingin menggunakan sumber data eksternal tersebut untuk meningkatkan model AI, termasuk Grok. Sebelumnya, pengembangan Grok banyak memanfaatkan data dari platform X serta tenaga AI tutor internal yang membantu melatih model untuk kemampuan tertentu seperti keuangan, sains, dan humor.

Strategi membeli data perusahaan yang sudah tidak beroperasi juga memiliki preseden. Bloomberg melaporkan Google sebelumnya mengajukan tawaran senilai US$10 juta untuk memperoleh data bisnis Spirit Airlines setelah maskapai tersebut menghentikan operasinya. Langkah itu memunculkan pertanyaan mengenai privasi dan penggunaan kembali data pelanggan maupun karyawan.

Masalah Privasi Menjadi Perhatian

Rencana tersebut juga memperlihatkan bahwa data perusahaan yang gagal tidak otomatis kehilangan nilai. Namun, kepemilikan perusahaan dan hak untuk menggunakan data pelanggan merupakan persoalan yang berbeda.

The Next Web mencatat bahwa penggunaan data untuk melatih AI dapat menimbulkan persoalan perlindungan data, terutama ketika data tersebut awalnya dikumpulkan untuk tujuan yang berbeda. Di Eropa, regulator Irlandia sebelumnya telah melakukan penyelidikan terkait pemrosesan unggahan pengguna X untuk pelatihan model Grok.

Untuk saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai startup mana yang datanya akan dibeli SpaceXAI maupun apakah transaksi tersebut benar-benar akan terjadi. Jika terealisasi, langkah ini dapat menjadi contoh bagaimana data perusahaan yang sudah tidak beroperasi tetap memiliki nilai strategis dalam industri AI.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.