Otomotif

Sean Gelael Kenang Awal Karier Balap Jelang GT World Challenge Asia di Mandalika

Representasi helm balap profesional dan sarung tangan sebagai simbol karier balap Sean Gelael.

Mandalika, Stapo.id – Pembalap kebanggaan Indonesia, Sean Gelael, membagikan kisah perjalanan kariernya di dunia balap saat mengikuti ajang GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika, Sabtu (2/5). Sean mengungkapkan bahwa darah pembalap yang mengalir di tubuhnya turun langsung dari sang ayah, Ricardo Gelael, yang merupakan seorang pengusaha sekaligus pereli nasional.

Dikenal sebagai putra dari Ricardo Gelael dan Rini S Bono, Sean tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan dunia otomotif. Tak heran, ketertarikannya terhadap balap sudah muncul sejak usia dini. Ia bahkan mengaku sudah mulai mengenal atmosfer kompetisi sejak berusia sekitar 10 hingga 11 tahun.

“Aku lumayan muda, soalnya Bapakku dulu pembalap reli. Jadi aku sering diajak latihan reli. Kalau mereka survei lintasan, mereka memakai mobil yang lebih kecil dengan kecepatan tertentu, jadi aku mulai dari situ,” ujar Sean mengenang masa kecilnya.

Perjalanan Kariernya Pun Tidak Instan.

Sean mulai menekuni balap gokart dan reli secara lebih serius sejak 2012. Dalam proses tersebut, ia harus membagi waktu antara latihan gokart di kawasan Pluit atau Kapuk, Jakarta, sambil tetap mengikuti aktivitas sang ayah di lintasan reli. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan balapnya hingga saat ini.

“Waktu itu aku masih main reli sambil gokart, karena kalau mobil biasa aku masih terlalu muda dan belum bisa ke mana-mana,” tambahnya.

Kini, Sean menjelma menjadi salah satu pembalap Indonesia yang aktif di kancah internasional dengan jadwal kompetisi yang sangat padat, mencapai 11 hingga 12 balapan setiap tahunnya. Menjelang penampilannya di Mandalika, ia baru saja menyelesaikan balapan di Imola, Italia, yang semakin memperkuat konsistensinya di level global.

Sean Juga Sempat Merasakan Atmosfer Kompetisi di Ajang Formula One Sebagai Pembalap Cadangan dan Test Driver.

Meski demikian, ia menyadari bahwa peluang untuk menjadi pembalap utama cukup terbatas, sehingga akhirnya memilih fokus di kategori sportscar yang kini menjadi jalur karier utamanya.

“Waktu itu bukan sebagai pembalap utama, melainkan hanya sebagai test driver. Jadi aku menyetir sekitar lima kali di sesi latihan hari Jumat. Aku menjadi pembalap cadangan, tapi karena tidak ada pembalap utama yang berhalangan, akhirnya aku pindah ke sportscar,” pungkasnya.

Dengan pengalaman panjang sejak usia dini hingga kiprahnya di berbagai ajang internasional, Sean Gelael terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu representasi terbaik Indonesia di dunia balap mobil. Kehadirannya di Mandalika pun menjadi momentum penting, tidak hanya bagi karier pribadinya, tetapi juga bagi perkembangan motorsport nasional di panggung global.