Bisnis

Profit Ekspor Lebih Tinggi 30%, Komoditas Ikan Beku Asal Ambon Unjuk Gigi di TEI 2026

Ilustrasi Ekspor Ikan Beku untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Suasana aktivitas dan interaksi para pelaku usaha Indonesia Timur bersama pengunjung di dalam megahnya area Maluku Pavilion pada pameran dagang bertaraf internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Kehadiran paviliun kolektif ini menjadi wadah strategis bagi komoditas daerah untuk menarik minat investor dan importir asing. (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Ajang Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD City menjadi panggung strategis bagi sektor maritim nasional. Jayawi Ambon International menampilkan keunggulan maritim kawasan timur nusantara melalui komoditas unggulan mereka. Perusahaan pengolahan asal Waai, Ambon ini mempromosikan ekspor ikan beku berkualitas tinggi seperti tuna, kakap merah, kakap babi, hingga kerapu macan. Kehadiran mereka membuktikan kekayaan laut nusantara sanggup memenuhi standar ketat pasar internasional.

Peluang Ekspor Ikan Beku dan Strategi Pasar Global

Perusahaan mengandalkan hasil tangkapan berkelanjutan dari perairan Indonesia timur untuk memperluas jangkauan ke berbagai benua. Pasar Tiongkok saat ini tercatat sebagai pembeli paling loyal terhadap pasokan komoditas perikanan tersebut. Selain Tiongkok, perusahaan juga melayani permintaan dari kawasan ASEAN, Asia Timur, Eropa, hingga Amerika. Penjualan ke mancanegara menawarkan selisih keuntungan 20 hingga 30 persen lebih tinggi daripada pasar lokal.

Menariknya, negara tetangga seperti Vietnam kerap membeli komoditas mentah Indonesia untuk rantai pasok mereka. Eban selaku perwakilan Jayawi Ambon International mengungkap fenomena industri pengemasan ulang tersebut secara lugas. “Karena stok ikan di Vietnam sedikit tetapi fasilitas bahan bakunya tersedia, mereka mengambil dari kita lalu dikemas ulang di sana,” jelasnya. Mereka mengarahkan produk kemasan ulang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika Serikat.

Tantangan Logistik serta Edukasi Nelayan Lokal

Meskipun potensi alam sangat melimpah, pelaku usaha masih menghadapi tantangan penanganan pascapanen di tingkat nelayan tradisional. Perusahaan aktif mendampingi nelayan mitra agar menjaga rantai dingin sejak kapal mendaratkan hasil tangkapan. “Pasti bagus karena perairan Indonesia Timur memang melimpah, hanya saja mungkin pengolahannya masih tradisional. Kami biasanya memberikan edukasi soal penggunaan es,” ujar Eban. Mutu bahan baku menentukan keberhasilan produk dalam menembus rantai ekspor ikan beku dunia.

Distribusi lintas negara juga menuntut manajemen arus kas yang sangat disiplin dan cermat. Perusahaan rutin mengirim kargo ikan menggunakan kontainer pendingin berkapasitas 15 ton ke negara tujuan. Namun, siklus perputaran modal memerlukan waktu tunggu yang cukup panjang selama proses pelayaran berlangsung. “Pengiriman satu kontainer pembayarannya bisa memakan waktu tiga bulan karena durasi pengirimannya memang selama itu,” tutupnya.

Langkah Jayawi Ambon International membuktikan bahwa komoditas perairan timur menyimpan potensi ekonomi bernilai tinggi bagi perekonomian nasional. Penguatan edukasi penanganan dingin dan efisiensi logistik menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas margin usaha. Kolaborasi erat antara nelayan lokal dan eksportir akan memperkuat posisi tawar ekspor ikan beku Indonesia di panggung global.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.