Kabar

Kumpul Connect for Change Summit 2026: Sandiaga Uno Targetkan 2 Juta Pengusaha Sosial Baru Tumbuh dalam 5 Tahun ke Depan

Ilustrasi Target Sociopreneur untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Dewan Penasihat JWSI Sandiaga Uno memberikan keterangan pers di sela-sela forum Kumpul Connect for Change Summit 2026 di Jakarta. (Foto: stapo.id)

Depok, Stapo.id – Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) mendorong penguatan inovasi teknologi guna mengakselerasi kemajuan ekonomi nasional menuju 2045. Dewan Penasihat Jaringan Wirausaha Sosial Indonesia (JWSI) ini memaparkan gagasan tersebut dalam forum Kumpul Connect for Change Summit 2026 yang berlangsung dari 20 hingga 21 Oktober 2026. Ia mengajak para pemangku kepentingan agar memperkuat kolaborasi bersama organisasi masyarakat sipil.

Pihaknya memperkenalkan ekosistem inovasi digital melalui Aksesmu Partner Indonesia yang menyediakan ruang registrasi khusus bagi pelaku UMKM. Sandiaga menilai bahwa kecepatan mengadopsi perubahan menjadi kunci utama kesuksesan para pelaku usaha saat ini. “Kita bisa melihat bahwa siapa yang memulai lebih cepat akan mendapatkan imbalannya lebih dulu, the early birds get the reward. Dengan langkah yang lebih cepat seperti ini, kita mengharapkan munculnya terobosan-terobosan baru,” ujarnya.

Mendorong Akselerasi Target Sociopreneur Nasional

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mematok target sociopreneur baru yang cukup ambisius. Visi jangka panjang ini memproyeksikan kemunculan jutaan wirausaha yang berorientasi sosial di seluruh penjuru nusantara. Melalui kolaborasi lintas sektor, ia ingin menghadirkan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Sandiaga menegaskan optimisme besarnya terhadap kontribusi nyata para pelaku usaha sosial tersebut. “Saya yakin dalam 5-10 tahun ke depan, paling tidak 1 sampai 2 juta jaringan pengusaha—yang sekarang kita sebut sebagai pengusaha sosial atau sociopreneur—bisa menjadi bagian dari pembangunan di Indonesia melalui NGO dan CSO,” tambahnya. Langkah terarah ini mampu memperkokoh pilar kemandirian ekonomi rakyat.

Peran Strategis Organisasi Masyarakat Sipil

Untuk jangka pendek, rencana ini membidik kemitraan intensif bersama sepuluh hingga dua puluh persen lembaga swadaya masyarakat. Data menunjukkan ada sekitar 34.000 LSM yang saat ini aktif menjalankan kegiatan di Indonesia. Upaya merangkul organisasi nirlaba ini mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan target sociopreneur secara bertahap.

Sandiaga menekankan bahwa pembentukan jaringan modal ventura, perusahaan rintisan, dan filantropi harus memberi kemanfaatan konkret bagi UMKM. Ia memandang organisasi masyarakat sipil sebagai perekat bangsa yang menggerakkan roda ekonomi menuju visi Indonesia Emas. Dengan meletakkan kemanusiaan sebagai pusat gerakan, target sociopreneur ini berpeluang besar menciptakan transformasi sosial yang inklusif.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.