Intip Teknologi Uji Mikroskopis Barantin Deteksi Selular Jamur Cordyceps di FLOII Expo 2026

Depok, Stapo.id – Badan Karantina Indonesia memperkenalkan keunikan flora dan fauna bernilai ekonomi tinggi dalam ajang FLOII Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang. Melalui partisipasi aktif pada pameran botani bergengsi tersebut, petugas mengenalkan jamur Cordyceps kepada para pelaku usaha dan pencinta tanaman hias. Pameran berskala besar ini membuka ruang edukasi publik sejak tanggal 17 hingga 20 September 2026.
Perwakilan Badan Karantina Indonesia, Jo Sitorus, menerangkan siklus hidup komoditas langka tersebut di hadapan para pengunjung. Jamur unik ini tumbuh pada larva serangga dan menyimpan beragam faedah medis. “Ini dari ulat yang bertelur di dalam tanah, nanti tumbuh menjadi jamur pohon. Dia bertelur di dalam tanah, lalu terbentuklah ulat ini. Khasiatnya untuk kesehatan luar biasa dan harganya pun lumayan mahal,” ujar Jo Sitorus.
Keistimewaan dan Prosedur Uji Jamur Cordyceps
Selain memaparkan asal-usul komoditas, Jo mendemonstrasikan serangkaian prosedur pemeriksaan teknis kepada khalayak. Prosedur ini bertujuan memastikan keaslian serta kualitas fisik bahan alam tersebut. Langkah pengujian yang cermat menjamin setiap spesimen memenuhi standar biosekuriti yang ketat.
Jo menguraikan penggunaan bahan pelarut khusus untuk mendukung efektivitas pengujian sampel biologis ini. “Pembuatannya dari ulat atau jamur ini, nanti kita beri alkohol. Setelah itu dicek dan ditaruh di tabung untuk dilakukan pencampuran,” tambahnya.
Pengawasan Mutu Melalui Pengujian Laboratorium
Petugas kemudian memanfaatkan perangkat mikroskop untuk memantau struktur selular bahan secara akurat. Pengujian ketat ini hanya mengandalkan bahan pembanding spesifik demi menjamin validitas hasil analisis. “Cuma satu, ini ada bibit di bawah, seperti vitamin yang ditaruh di situ, baru kita periksa,” kata Jo menutup penjelasannya.
Kehadiran jamur Cordyceps membuktikan potensi luar biasa produk hayati di pasar global. Edukasi publik mengenai tahapan pengujian laboratorium membantu memperkuat pemahaman masyarakat seputar biosekuriti hayati. Langkah Badan Karantina Indonesia merefleksikan komitmen perlindungan maksimal serta pelayanan optimal bagi masyarakat luas.
