Harga BBM Pertamina Terbaru per 15 Juli 2026 Turun Signifikan

Depok, Stapo.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menerapkan penyesuaian harga terbaru untuk sejumlah produk bahan bakar minyak nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia per hari ini, Rabu, 15 Juli 2026. Penurunan harga ini menyasar jenis bahan bakar seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan harga BBM subsidi dan beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya terpantau tidak mengalami perubahan. Langkah penyesuaian ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan perseroan dengan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi penting.
Rincian Penurunan Harga Bahan Bakar Non-Subsidi
Berdasarkan kebijakan terbaru yang berlaku di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98 kini dijual seharga 19.300 rupiah per liter setelah mengalami penurunan sebesar 1.450 rupiah. Penurunan yang lebih signifikan juga terjadi pada sektor bahan bakar diesel nonsubsidi. Dexlite kini dibanderol seharga 19.700 rupiah per liter setelah turun sebesar 3.300 rupiah, sementara Pertamina Dex mengalami penurunan terbesar hingga 3.650 rupiah sehingga harganya menjadi 21.150 rupiah per liter.
Harga BBM Subsidi dan Pertamax yang Bertahan Stabil
Meskipun beberapa jenis bahan bakar nonsubsidi mengalami penurunan harga yang cukup tajam, jenis bensin ramah lingkungan seperti Pertamax dengan nilai oktan sembilan puluh dua dan Pertamax Green sembilan puluh lima dilaporkan tetap stabil. Konsumen masih dapat membeli Pertamax dengan harga 16.250 rupiah per liter serta Pertamax Green sembilan puluh lima seharga 17.000 rupiah per liter. Di sisi lain, harga bahan bakar bersubsidi yang menjadi andalan masyarakat luas juga dipastikan tidak berubah, di mana Pertalite masih dipatok pada angka 10.000 rupiah per liter dan Biosolar subsidi tetap bertahan pada tarif 6.800 rupiah per liter.
Pertimbangan Faktor Ekonomi dan Evaluasi Berkala
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menerangkan bahwa penyesuaian harga berkala ini dilakukan dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia. Selain mengamati pergerakan harga minyak mentah global, perseroan juga mempertimbangkan aspek fiskal, daya beli masyarakat, serta kondisi perekonomian nasional secara menyeluruh agar tetap menjaga stabilitas pasokan energi di tanah air. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku industri maupun masyarakat pengguna kendaraan bermotor pribadi dalam mengoptimalkan pengeluaran transportasi mereka.

