Bisnis

Garut Yellow Bourbon Jadi Primadona Warung Biji di Detos Coffee & Snack Festival 2026

Ilustrasi koleksi biji kopi untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Koleksi Nusantara: Deretan Toples Berisi Berbagai Varian Biji Kopi Pilihan Milik Warung Biji dipamerkan dalam ajang DETOS Coffee and Snack Festival 2026 di Depok Town Square. Varian Arabica Garut Yellow Bourbon (kanan tengah) Menjadi Produk yang Paling diburu Oleh Penikmat Seduhan Manual. (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Warung Biji memeriahkan gelaran DETOS Coffee and Snack Festival 2026 di Depok Town Square. Pelaku usaha asal Jakarta Selatan ini menyajikan beragam varian andalan kepada para pengunjung. Mereka membawa koleksi biji kopi nusantara untuk memikat lidah penikmat seduhan manual.

Kedai yang berdiri sejak awal tahun ini menempati Ruko Bona Indah Plaza di kawasan Lebak Bulus. Kendati baru melangkah, sang pengelola optimis dapat menggaet pasar perkopian secara luas. Fadli selaku perwakilan usaha aktif memperkenalkan kekayaan rasa komoditas lokal.

Ragam Rasa Koleksi Biji Kopi Nusantara

Warung Biji membawa deretan produk mulai dari Flores Bajawa, Papua Wamena, sampai Java Geisha. Fadli menyebut varian Garut Yellow Bourbon menjadi primadona penjualan selama festival berlangsung. “Arabikanya? Itu yang lebih banyak dicari namanya Garut Yellow Bourbon,” ujar Fadli saat menyapa pengunjung stan.

Karakteristik buah yang segar menjadikan varian Garut tersebut sangat laris di pasaran. Konsumen menyukai profil rasa seduhan manual yang kaya dan seimbang. “Rasanya unik, fruity-nya lebih berasa,” tambahnya menjelaskan keunggulan varian tersebut.

Selain itu, kedai menyarankan varian Arabica Sunda Gulali sebagai pilihan unggulan lainnya. Penjual mematok harga mulai Rp35.000 untuk kemasan 100 gram hingga Rp300.000 untuk ukuran 1 kilogram. Pembeli juga dapat memilih kemasan 200 gram seharga Rp65.000 serta 500 gram seharga Rp155.000.

Edukasi Penyangraian Bagi Pecinta Seduhan Manual

Fadli tidak hanya menjajakan produk, tetapi juga membagikan wawasan mengenai proses pengolahan kopi. Ia menerangkan pengaruh teknik pemanggangan terhadap rasa akhir minuman secara detail. “Semakin gelap semakin pahit,” katanya ketika menerangkan tingkat kematangan biji kepada penikmat seduhan.

Warung Biji senantiasa mengutamakan transfer ilmu mengenai aroma, bodi, dan keasaman minuman kepada publik. Mereka memandang festival sebagai sarana mendekatkan koleksi biji kopi berkualitas kepada khalayak ramai. Kehadiran ruang temu semacam ini mempermudah wirausaha baru membangun interaksi hangat dengan pecinta kopi.

Pendekatan edukatif terbukti membuka peluang ekspansi bisnis yang berkelanjutan bagi para wirausaha pemula. Melalui penyampaian informasi yang transparan, penyedia kopi berhasil membangun loyalitas pelanggan secara nyata. Inisiatif menyuguhkan koleksi biji kopi pilihan turut memperkuat eksistensi brand lokal di tengah industri kreatif.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.