Duta Merek Jadi Kunci Kepercayaan Publik di Event Olahraga
Depok, Stapo.id – Peran brand ambassador atau duta merek dinilai semakin krusial dalam menentukan tingkat kepercayaan publik dan kredibilitas sebuah acara olahraga. Kepala DPP HIPPI Bidang Pemuda dan Olahraga (BAPORA), Evan Setiawan, menegaskan bahwa duta merek bukan sekadar pelengkap promosi, melainkan jembatan komunikasi yang relevan antara brand dengan audiens yang disasar. Menurutnya, keberhasilan sebuah event olahraga tidak hanya ditentukan oleh konsep dan eksekusi teknis, tetapi juga oleh siapa yang menjadi wajah dan representasi nilai dari acara tersebut.
Pandangan tersebut disampaikan Evan Setiawan dalam Pelatihan Manajemen Acara Olahraga yang digelar di Aroem Mahakam Resto Cafe pada 15 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa secara psikologis, publik cenderung lebih mudah mempercayai figur manusia dibandingkan sekadar simbol visual seperti logo. Kepercayaan inilah yang kemudian membentuk kredibilitas brand di mata masyarakat. Evan menekankan bahwa kehadiran duta merek yang tepat mampu mempercepat proses pengenalan brand sekaligus memperluas jangkauan pesan kepada publik yang lebih luas.
Tugas Duta Merek, Tidak Hanya Promosi
Lebih jauh, Evan menjelaskan bahwa tugas duta merek dalam sebuah acara olahraga tidak berhenti pada aktivitas promosi. Duta merek berperan menggiring persepsi publik terhadap pesan utama yang ingin disampaikan brand, baik terkait keunggulan tertentu, nilai yang diusung, maupun positioning acara di tengah persaingan industri olahraga. Proses pembentukan persepsi ini akan mendorong keterlibatan audiens secara emosional dan meningkatkan awareness secara berkelanjutan.
Dalam konteks event olahraga, duta merek dapat berasal dari berbagai latar belakang. Atlet profesional dinilai memiliki tingkat kredibilitas tinggi dengan citra performa yang kuat. Sementara itu, figur publik atau influencer menawarkan jangkauan audiens dan tingkat engagement yang besar. Selain itu, pemimpin komunitas dan key opinion leader juga memiliki peran strategis karena kedekatannya dengan audiens akar rumput dan pengaruh kuat di niche olahraga tertentu. Kehadiran figur yang tepat diyakini mampu menarik lebih banyak peserta, meningkatkan minat sponsor, serta memperluas eksposur media.
Evan juga mengingatkan bahwa pemilihan duta merek harus dilakukan secara strategis dan berbasis pertimbangan matang. Kesalahan dalam memilih figur yang tidak selaras dengan nilai brand atau memiliki risiko kontroversi dapat berdampak langsung pada citra acara. Menurutnya, citra brand akan ikut terpengaruh secara negatif jika duta merek gagal menjaga konsistensi pesan dan perilaku. Karena itu, kunci keberhasilan terletak pada relevansi figur dengan brand, konsistensi dalam membangun citra, serta strategi aktivasi yang tepat sejak pra acara hingga pasca event. Dengan pendekatan tersebut, duta merek diharapkan mampu menciptakan acara olahraga yang berkelas, dipercaya publik, dan memiliki nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Transformasi Kredibilitas Melalui Personifikasi Merek
Efektivitas duta merek dalam industri olahraga modern didukung oleh riset pemasaran yang menunjukkan bahwa konsumen saat ini memiliki tingkat skeptisisme yang tinggi terhadap iklan konvensional. Berdasarkan data dari berbagai studi perilaku konsumen, sekitar 63 persen audiens menyatakan lebih mempercayai rekomendasi dari influencer atau tokoh publik mengenai suatu produk atau layanan dibandingkan klaim langsung dari perusahaan. Dalam ekosistem olahraga, hal ini menjadi semakin relevan karena keterlibatan audiens bersifat emosional dan aspirasional. Kehadiran figur yang memiliki reputasi positif bertindak sebagai validasi sosial yang memperkuat posisi tawar sebuah acara di tengah persaingan pasar yang padat.
Penerapan strategi duta merek yang tepat juga memberikan keuntungan finansial yang terukur melalui peningkatan nilai aset digital dan daya tarik sponsor. Riset industri menunjukkan bahwa penggunaan tokoh yang memiliki keselarasan nilai (brand fit) dapat meningkatkan ingatan merek (brand recall) hingga 70 persen lebih tinggi dibandingkan tanpa keterlibatan tokoh tertentu. Hal ini terjadi karena mekanisme identifikasi psikologis di mana penggemar cenderung mentransfer loyalitas mereka terhadap sang atlet atau tokoh kepada acara yang diwakilinya. Namun, tantangan terbesar bagi penyelenggara acara adalah melakukan audit latar belakang yang mendalam guna memitigasi risiko reputasi yang mungkin timbul di masa depan.
Lebih lanjut, integrasi duta merek dalam kampanye digital memungkinkan sebuah acara olahraga untuk melakukan penetrasi ke segmen pasar yang lebih spesifik atau niche. Dengan memanfaatkan kekuatan distribusi konten dari kanal pribadi sang duta, sebuah brand dapat melewati kebisingan informasi di media sosial dan masuk langsung ke ruang percakapan target audiensnya. Sinergi antara kredibilitas personal sang tokoh dengan visi profesional penyelenggara acara menjadi kunci utama untuk menciptakan dampak jangka panjang yang melampaui durasi pelaksanaan event itu sendiri. Keberlanjutan hubungan ini pada akhirnya tidak hanya membangun kesadaran merek sesaat, tetapi juga menciptakan loyalitas komunitas yang menjadi fondasi bagi kesuksesan edisi acara di tahun tahun berikutnya.


