Kabar

Danantara Resmi Gabung Forum SWF Dunia, Masuk Jajaran Dana Kekayaan Negara Terbesar

Ilustrasi abstrak tata kelola investasi global dan dana kekayaan negara sovereign wealth fund Indonesia.

Depok, Stapo.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia kembali mencatatkan tonggak penting di panggung internasional. Melalui PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara resmi diterima sebagai Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), organisasi global yang menaungi sovereign wealth fund (SWF) atau dana kekayaan negara dari berbagai belahan dunia. Keanggotaan tersebut disetujui Dewan IFSWF pada awal 2026 dan diumumkan pada pertengahan Juli 2026.

Bergabungnya Danantara ke IFSWF dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam pengelolaan investasi negara. Forum yang bermarkas di London, Inggris, tersebut menjadi wadah bagi puluhan sovereign wealth fund terbesar dunia untuk berbagi praktik terbaik mengenai tata kelola, transparansi, manajemen risiko, hingga investasi jangka panjang berdasarkan Santiago Principles, standar internasional yang menjadi acuan pengelolaan SWF.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani sebelumnya menegaskan bahwa keanggotaan dalam IFSWF merupakan bagian dari upaya membawa Danantara sejajar dengan pengelola dana investasi negara kelas dunia. Melalui forum tersebut, Danantara berkesempatan memperluas kolaborasi investasi lintas negara sekaligus meningkatkan standar tata kelola agar semakin dipercaya investor global.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga pernah menyampaikan bahwa Danantara berpotensi menjadi salah satu dari enam hingga tujuh sovereign wealth fund terbesar di dunia apabila seluruh aset strategis BUMN yang berada di bawah pengelolaannya telah terkonsolidasi secara penuh. Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan satu tahun Danantara pada Maret 2026.

Sejak berdiri, Danantara memang dirancang sebagai badan investasi negara yang mengelola aset strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Fokus investasinya mencakup sektor hilirisasi mineral, energi terbarukan, infrastruktur, manufaktur, kesehatan, pangan, hingga ekonomi digital. Pemerintah berharap keberadaan Danantara mampu menjadi motor pembiayaan berbagai proyek strategis nasional tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di tingkat internasional, Danantara juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sovereign wealth fund besar seperti Qatar Investment Authority (QIA), Australia Future Fund, serta China Investment Corporation (CIC). Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat arus investasi ke Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan aset berdasarkan standar global.

Masuknya Danantara ke dalam IFSWF menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam ekosistem investasi global. Selain membuka peluang kerja sama dengan puluhan sovereign wealth fund dunia, status tersebut juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap tata kelola investasi Indonesia, mempercepat masuknya modal asing berkualitas, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat investasi terbesar di kawasan Asia.