Buka Trade Expo Indonesia 2026, Menko Bahlil Pacu Hilirisasi dan Persatuan Nasional

Sumber Gambar: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat memberikan sambutan resmi mewakili Presiden RI pada pembukaan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (14/10). (Foto: Stapo.id
Depok, Stapo.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi membuka perhelatan Trade Expo Indonesia ke-41 (14/10). Acara berskala internasional ini berlangsung di ICE BSD City Tangerang Selatan mulai 14 hingga 18 Oktober 2026. Bahlil hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir pada upacara pembukaan expo dagang tersebut.
Akselerasi Hilirisasi Industri di Trade Expo Indonesia
Pemerintah terus memperkuat komitmen hilirisasi komoditas tambang untuk mendongkrak nilai tambah ekonomi nasional secara berkelanjutan. Kebijakan strategis ini mencakup pengolahan komoditas nikel, tembaga, bauksit, hingga timah secara terpadu di dalam negeri. Langkah tersebut bertujuan menciptakan rantai pasok industri yang tangguh sekaligus memperluas lapangan kerja produktif.
“Proses hilirisasi nikel, tembaga, bauksit, dan timah ini akan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya,” ujar Bahlil. Ia juga menegaskan keteguhan sikap pemerintah dalam menghadapi tekanan pasar global maupun sengketa perdagangan internasional. “Walaupun digugat oleh Uni Eropa di WTO, kita tidak boleh mundur,” tegas Bahlil.
Selain hilirisasi mineral mentah, pemerintah membidik penguatan sektor ekonomi hijau dan ekosistem digital nasional. Potensi ekonomi digital Indonesia tercatat dapat menyentuh angka 4.500 triliun rupiah pada tahun 2030 mendatang. Melalui pameran bertaraf global bertajuk Trade Expo Indonesia ini, para pelaku usaha dapat memperluas akses pasar ekspor unggulan dan mencari peluang baru dari Business Matching tersebut.
Komitmen Menjaga Persatuan dan Kedaulatan Bangsa
Pertumbuhan ekonomi yang kokoh memerlukan stabilitas politik serta kepemimpinan nasional yang solid dan berjiwa besar. Bahlil menekankan bahwa para pemimpin bangsa harus mementingkan persatuan serta memiliki rekam jejak kerja yang nyata. Stabilitas nasional menjadi fondasi penting dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
“Ke depan, bangsa Indonesia butuh pemimpin yang berjiwa besar. Bangsa Indonesia butuh pemimpin yang mementingkan persatuan, bukan perseteruan; pemimpin yang memiliki rekam jejak, bukan pemimpin yang omong kosong,” ujarnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengutamakan gotong royong dan menghindari perbedaan politik yang merugikan pembangunan.
“Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena hanya dengan persatuan lah kita bisa kuat,” tegas Bahlil. Soliditas seluruh lapisan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga kedaulatan ekonomi dari berbagai tantangan dunia.
Ajang pameran ekspor ini memperlihatkan sinergi nyata antara ketegasan hilirisasi industri dan urgensi persatuan nasional. Konsistensi menjaga kedaulatan sumber daya alam akan menjadi kunci penentu masa depan kemandirian ekonomi Indonesia.
