Otomotif

Baterai Natrium-Ion Siap Menggeser Dominasi Litium di 2027

Ilustrasi Baterai natrium-ion untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Baterai natrium-ion kini menjadi sorotan utama dalam revolusi teknologi energi global yang sedang berkembang pesat. Teknologi ini membawa harapan besar untuk menyaingi dominasi baterai litium pada sektor otomotif dunia tahun 2027. Laporan terbaru menunjukkan bahwa pengujian pada truk berat membuktikan efisiensi teknologi ini semakin nyata. Hasil uji coba tersebut memperlihatkan jangkauan kendaraan yang meningkat hingga 20 persen lebih jauh.

Keunggulan Baterai Natrium-Ion pada Kendaraan Berat

Li Shujun selaku Manajer Umum Zhongke Haina (Hina Battery) memberikan pandangan optimis mengenai masa depan teknologi ini. Beliau menekankan bahwa penyatuan harga antara kedua jenis baterai akan terjadi dalam waktu dekat. Penurunan biaya produksi yang sangat cepat membuat teknologi natrium menjadi solusi komersial yang menjanjikan. Performa sel natrium tetap stabil meskipun berada dalam kondisi suhu ekstrem yang menantang.

“Titik persilangan harga ini akan menjadi sinyal adopsi pasar secara massal,” ujar Li Shujun. Beliau menilai penyelarasan harga merupakan syarat utama sebelum industri melakukan substitusi kimia baterai besar-besaran. Saat ini biaya baterai litium berkisar antara 0,3 hingga 0,5 yuan per Wh. Sementara itu baterai natrium masih berada pada angka 0,5 hingga 0,7 yuan per Wh.

Para ahli memprediksi biaya produksi akan turun drastis setelah kapasitas produksi mencapai skala ratusan GWh. Penurunan biaya ini akan membuat baterai natrium menjadi kompetitor ekonomi yang sangat tangguh di pasar. Teknologi ini tidak hanya berguna untuk kendaraan penumpang saja namun juga sistem penyimpanan energi. Kepadatan energi sel natrium diperkirakan akan melampaui angka 180 Wh/kg dalam beberapa tahun.

Masa Depan Transportasi Hijau Global

Sel natrium milik Hina Battery menunjukkan ketahanan luar biasa pada rentang suhu minus 40 hingga 60 derajat Celsius. Kapasitas pelepasan daya tetap terjaga di atas 90 persen walaupun suhu mencapai minus 20 derajat Celsius. Pencapaian teknis ini sangat sulit bagi baterai litium konvensional untuk bisa menandinginya secara konsisten. Truk berat bertenaga natrium juga menunjukkan konsumsi energi yang jauh lebih rendah.

Pemerintah China terus mendorong diversifikasi teknologi baterai melalui kebijakan strategis sejak awal tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya litium yang semakin langka. Raksasa otomotif seperti CATL dan BYD juga mulai memperkenalkan platform baterai natrium generasi terbaru mereka. Persaingan ini mempercepat inovasi teknologi pengisian daya yang kini hanya membutuhkan waktu 11 menit.