Insight

Alumni Mahasiswa Berprestasi Nasional Jadi Juri Grand Final Duta PNJ

Ilustrasi Duta PNJ untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Monalisa Eka Shinta S.ST, M.Par. Alumni MICE Politeknik Negeri Jakarta Menjadi Juri Duta PNJ 2026 (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Politeknik Negeri Jakarta sukses menggelar acara puncak Grand Final Duta PNJ Batch 6. Acara tersebut berlangsung meriah di Aula Perpustakaan Lt 3 Rabu (12/8). Pihak kampus mengundang alumni mahasiswa berprestasi nasional sebagai dewan juri. Sosok tersebut adalah Monalisa Eka Shinta S.ST, M.Par. yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Karnaval Indonesia.

Alumni MICE angkatan 2009 ini bertugas menilai para finalis secara objektif. Kehadiran Monalisa memberikan warna tersendiri pada kompetisi bergengsi tahun ini. Beliau membagikan banyak pengalaman berharga kepada seluruh peserta. Hal tersebut tentu memotivasi para mahasiswa untuk terus berkembang.

Harapan Besar untuk Finalis Duta PNJ 2026

Monalisa menyampaikan pesan mendalam agar para finalis mampu membawa pengaruh positif. Beliau menginginkan para pemenang maupun finalis lain tetap menjadi contoh yang baik. Peran sebagai duta kampus menuntut tanggung jawab moral yang tinggi. Mahasiswa harus mampu menunjukkan representasi terbaik mereka di lingkungan masyarakat luas.

Ia juga memberikan dorongan kuat agar mahasiswa mengejar prestasi hingga tingkat dunia. Kemampuan akademik dan non-akademik harus seimbang sebagai modal utama persaingan kerja. Monalisa menyampaikan petuah berharga ini secara langsung di sela-sela acara. “Semoga setiap Duta PNJ yang menang hari ini maupun yang belum menang hari ini bisa menjadi teladan untuk teman-temannya di kampus dan juga tidak menutup kemungkinan menjadi contoh sebagai mahasiswa yang baik untuk kampus-kampus lainnya,” ujar Monalisa.

Tantangan dan Integritas Seorang Dewan Juri

Monalisa menceritakan transisi perannya dari seorang peserta kompetisi hingga kini menjadi juri. Menilai penampilan orang lain membutuhkan kejujuran dan tingkat fokus yang sangat tinggi. Juri harus menyingkirkan penilaian subjektif agar mendapatkan pemenang yang benar-benar berkualitas. “Ketika kita di posisi menjuri, ada rasa kegugupan tersendiri bahwa setiap penilaian yang kita berikan harus memang valid, sesuai realita, dan kita harus menjaga integritas tanpa memandang satu dan lainnya atau membeda-bedakan. Yang memang bagus harus dikatakan bagus,” tegas Monalisa.

Kehadiran alumni berprestasi sebagai juri memberikan standar baru bagi ajang pemilihan Duta PNJ ini. Langkah ini mampu meningkatkan kredibilitas hasil kompetisi secara signifikan. Oleh karena itu, sinergi antara alumni dan institusi kampus perlu terus berlanjut. Hal ini penting demi mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing global.