Wamen ESDM Targetkan Dedieselisasi PLTD di 30 Lokasi Daerah 3T

Stapo Indonesia - Penulis
daftar webinar fundhub


Depok, Stapo.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana dedieselisasi atau penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan program ini akan menyasar 30 titik prioritas yang tersebar di wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur.

Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW). Fokus utama transisi energi ini diarahkan pada daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang selama ini belum terjangkau jaringan transmisi nasional.

##Prioritas Kawasan 3T dan Indonesia Timur

"Jadi, kan, ini ada daerah 3T seperti di daerah pulau-pulau terluar mulai dari Simeulue, kemudian Nias, ada Mentawai, ada Enggano, kemudian pulau-pulau terluar lain. Itu, kan, sebagian besar masih memakai diesel," jelas Yuliot saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3).

Ia menambahkan bahwa pemetaan lokasi dedieselisasi yang diganti oleh PLTS dilakukan oleh Ditjen EBTKE dan Ditjen Gatrik. "Beberapa lokasi yang sudah didetifikasi di Dijen Gatrik dan juga di Dijen EBTKE. Yang mudah-mudahan itu yang kita prioritaskan di kawasan timur Indonesia. Angka ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan," ungkapnya.

##Dukungan Kemandirian Energi Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil di tengah ketidakpastian geopolitik global. Bahlil menyampaikan, "Dalam kondisi geopolitik perang ini kita tidak bisa memastikan energi kita seperti apa dalam jangka panjang. Karena itu kita optimalkan seluruh potensi energi dalam negeri yang bisa dikonversi dari fosil," ujarnya.

Langkah ini juga dilatarbelakangi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka tinggi. Pemerintah menargetkan langkah awal program ini sudah bisa mulai dijalankan dalam waktu dekat dengan mengganti PLTD menjadi pembangkit berbasis EBT seperti tenaga surya dan panas bumi.

FAQ:
1. Apa itu program dedieselisasi? : Program pengalihan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar solar (PLTD) ke energi baru terbarukan.
2. Berapa target kapasitas PLTS yang akan dibangun? : Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt (GW).
3. Mengapa daerah 3T menjadi prioritas? : Karena banyak daerah 3T yang belum tersambung jaringan transmisi PLN dan masih sangat bergantung pada bahan bakar solar.
daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech