Studi: Danau Berair Hitam Congo Basin Lepaskan Karbon Purba ke Atmosfer
##Ancaman Ketidakstabilan Ekosistem
Peneliti dari ETH Zurich menemukan bahwa perairan di wilayah Cuvette Centrale mengandung karbon dioksida yang berasal dari gambut berusia 2.170 hingga 3.500 tahun. Travis Drake, penulis utama studi sekaligus ahli biogeokimia karbon, menyatakan kegelisahannya atas temuan tersebut. "Kami kini dihadapkan pada pertanyaan besar terkait 30 juta ton karbon, apakah ini hanya kebocoran alami dalam skala kecil, atau awal dari ketidakstabilan besar?" ujar Travis Drake.
Awalnya, tim peneliti mengira gas rumah kaca yang dilepaskan berasal dari material organik modern. Namun, analisis laboratorium menggunakan spektrometri presisi tinggi menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. "Kami sangat terkejut karena sebelumnya kami sepenuhnya mengira karbon dioksida ini berasal dari sumber modern," kata Drake menjelaskan hasil pengamatannya di Lake Mai Ndombe dan Lake Tumba.
##Potensi Perubahan Iklim Global
Kondisi ini dikhawatirkan akan memburuk seiring dengan perubahan iklim global yang mengancam stabilitas lahan gambut di Afrika Tengah. "Jalur ini menunjukkan kerentanan yang serius. Jika kawasan ini mengalami kekeringan di masa depan, proses pelepasan karbon bisa semakin cepat, dan mengubahnya dari penyerap karbon menjadi sumber emisi besar," jelas Drake mengingatkan bahaya kekeringan.
Tim peneliti kini berencana untuk melanjutkan studi guna memetakan cakupan fenomena ini di seluruh kawasan tersebut. "Tujuan kami adalah memastikan apakah proses ini terjadi di seluruh kawasan Cuvette Centrale dan mengukur laju oksidasi untuk mengetahui apakah ini merupakan kondisi alami atau tanda ketidakstabilan," pungkasnya.
FAQ:
1. Berapa usia karbon yang dilepaskan dari danau tersebut? : Karbon purba yang ditemukan memiliki usia antara 2.170 hingga 3.500 tahun.
2. Di mana lokasi spesifik penelitian ini dilakukan? : Penelitian difokuskan di kawasan Cuvette Centrale, Republik Demokratik Kongo, meliputi Lake Mai Ndombe, Lake Tumba, dan Sungai Ruki.
3. Mengapa pelepasan karbon ini dianggap berbahaya? : Karena dapat mengubah lahan gambut dari penyerap karbon menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global.