Pasar Mobil Listrik Bekas Mulai Bergairah, Harga Kini Lebih Realistis
Pemilik showroom mobil bekas Auto ZIR, Kemal Arfan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan minat konsumen pada unit listrik bekas sudah terlihat sejak beberapa waktu terakhir. Fenomena ini dipicu oleh pergeseran preferensi masyarakat yang mulai mempertimbangkan efisiensi jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Sejak akhir tahun lalu tren mobil listrik bekas mulai naik," kata Kemal kepada media pada Rabu (4/3/2026). Ia menilai ada beberapa faktor krusial yang mendorong konsumen beralih ke unit bekas dibandingkan unit baru atau kendaraan konvensional.
##Faktor Pendorong Minat Konsumen
Menurut Kemal, kondisi ekonomi seperti kenaikan biaya operasional kendaraan konvensional menjadi alasan utama konsumen melirik mobil listrik bekas. "Pajak naik, bensin bakal mahal, Dollar menguat," paparnya. Meskipun minat meningkat, Kemal mencatat bahwa harga di pasar saat ini masih dalam proses penyesuaian untuk mencapai titik harga yang dinilai realistis.
Berdasarkan pantauan harga di wilayah DKI Jakarta, unit seperti Wuling Air ev tahun 2023 kini dibanderol di kisaran Rp95 juta hingga Rp160 juta. Sementara itu, untuk model premium seperti Hyundai IONIQ 5 tahun 2024, harganya berada di rentang Rp440 juta hingga Rp485 juta, tergantung kondisi fisik dan kesehatan baterai pada unit tersebut.
FAQ:
1. Kapan tren mobil listrik bekas mulai naik? : Sejak akhir tahun lalu menurut pengamatan pemilik showroom Auto ZIR.
2. Apa saja faktor yang membuat mobil listrik bekas diminati? : Faktor utamanya adalah kenaikan pajak, potensi kenaikan harga BBM, serta penguatan nilai tukar Dollar.
3. Berapa kisaran harga Wuling Air ev bekas tahun 2023? : Harga rata-rata di wilayah DKI Jakarta berkisar antara Rp95 juta hingga Rp160 juta.