Harga BBM Singapura-Malaysia Meroket, Indonesia Masih Stabil

Stapo Indonesia - Penulis
daftar webinar fundhub


Depok, Stapo.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari 2026 mulai berdampak serius pada stabilitas harga energi di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mengalami lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan, sementara Indonesia tetap mempertahankan harga domestik melalui intervensi fiskal.


Di Singapura, harga bensin oktan 95 kini mencapai 2,35 dolar Singapura atau sekitar Rp 31 ribu per liter, sementara oktan 98 dijual seharga 2,65 dolar Singapura atau sekitar Rp 35 ribu per liter. Kenaikan ini memicu beban berat bagi pelaku industri transportasi, termasuk pengemudi mobil sewaan yang pendapatannya merosot tajam akibat biaya operasional yang membengkak di tengah penurunan jumlah penumpang.


Salah satu pengemudi, Muhammad Fauzi, mengungkapkan bahwa bantuan voucer bahan bakar yang diberikan platform transportasi daring tidak mampu menutupi beban biaya tersebut. "Voucer itu bahkan tidak cukup untuk mengisi satu tangki penuh. (Mereka) lebih baik tidak memberikannya," kata Fauzi.


##Langkah Antisipasi Pemerintah Indonesia


Berbanding terbalik dengan negara jiran, harga BBM di Indonesia terpantau stabil meski harga minyak mentah dunia berada di atas level 100 dolar AS per barel. Pemerintah secara sadar memilih untuk melakukan efisiensi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi menyerap tekanan kenaikan harga agar tidak dibebankan langsung kepada masyarakat luas.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kepastian bahwa pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak memicu gejolak ekonomi. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga daya beli, terutama di tengah tingginya konsumsi energi masyarakat pada periode tertentu.


"Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.


Hingga saat ini, harga Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini diambil untuk mencegah kepanikan publik di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung akibat konflik militer di Teluk dan ancaman penutupan Selat Hormuz.


FAQ:
1. Apa penyebab kenaikan harga BBM di Singapura dan Malaysia? : Kenaikan disebabkan oleh konflik militer antara AS-Israel dengan Iran yang mengganggu pasokan minyak global.
2. Berapa harga bensin oktan 95 di Singapura saat ini? : Harga bensin oktan 95 mencapai 2,35 dolar Singapura atau setara dengan Rp 31.000 per liter.
3. Mengapa harga BBM di Indonesia tidak ikut naik? : Pemerintah Indonesia menyerap tekanan harga minyak dunia melalui subsidi APBN agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga.
daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Insight

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Tech

Otomotif