Danantara Terbitkan MTN Rp 7 Triliun Perkuat Pendanaan Proyek Strategis
Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), penerbitan instrumen utang ini terbagi menjadi dua bagian utama, yakni Seri A dan Seri B, yang masing-masing memiliki nilai nominal sebesar Rp 3,5 triliun. Seri A memiliki tenor lima tahun dengan masa jatuh tempo pada Maret 2031, sementara Seri B menawarkan tenor lebih panjang yakni tujuh tahun yang akan jatuh tempo pada Maret 2033. Penggunaan skema private placement dalam penerbitan ini memungkinkan proses pendanaan yang lebih cepat dibandingkan obligasi konvensional.
"Oleh karenanya, penerbit efek (Danantara) serta pihak terkait dalam penerbitan EBUS bertanggung jawab atas kesesuaian penerbitan EBUS tersebut dengan peraturan perundang-undangan," ungkap Direktur Penyelesaian, Kustodian dan Pengawasan KSEI, Eqy Essiqy, dalam keterangan resminya.
##Pengembangan Proyek Waste to Energy
Langkah penerbitan MTN ini menyusul aksi korporasi sebelumnya di mana Danantara telah menerbitkan Patriot Bond senilai US$ 3,1 miliar untuk mendanai proyek Waste to Energy (WtE). Proyek pembangkit listrik tenaga sampah ini menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan energi nasional. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menekankan bahwa skema pembiayaan ini menarik minat luas dari berbagai sektor perbankan.
"Secara formasi modal, proyek WTE termasuk bagus karena banyak bank swasta nasional, bank asing, maupun bank pelat merah yang berminat. Proyek ini akan menjadi contoh pendanaan proyek dengan skema crowding-in," ujar Pandu. Ia memproyeksikan bahwa sebagian besar pendanaan proyek tersebut akan ditopang oleh pinjaman perbankan dengan porsi mencapai 70 persen, sementara sisanya melalui pembiayaan ekuitas dari Danantara.
FAQ:
1. Apa tujuan Danantara menerbitkan MTN senilai Rp 7 triliun? : Untuk memperoleh pendanaan jangka menengah yang fleksibel guna mendukung berbagai proyek investasi strategis.
2. Apa perbedaan antara MTN Seri A dan Seri B yang diterbitkan? : Seri A memiliki tenor lima tahun dengan nilai Rp 3,5 triliun, sedangkan Seri B memiliki tenor tujuh tahun dengan nilai yang sama.
3. Mengapa proyek Waste to Energy (WtE) dianggap menarik bagi investor? : Karena memiliki potensi tingkat pengembalian investasi yang kompetitif secara komersial dan didukung oleh minat perbankan yang besar.