Strategi NYT Menjaga Jurnalisme Tetap Relevan di Era Digital

Pradahlan Sindu Mardiko - Penulis
daftar webinar fundhub

 

Michael Greenspon (kanan) , Eksekutif Senior The New York Times

Depok, Stapo.id – Michael Greenspon, eksekutif senior The New York Times, membeberkan strategi utama yang membuat institusi jurnalisme tersebut mampu bertahan dan terus berkembang di tengah disrupsi media digital. Dalam pandangannya, keberlanjutan media tidak hanya ditentukan oleh kecepatan beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga oleh konsistensi dalam membangun nilai, kebiasaan pembaca, serta model bisnis yang berkelanjutan berbasis langganan.

Hal tersebut disampaikan Michael dalam acara Talkshow Perspektif Global Untuk Media Lokal yang digelar di Studio TEMPOTV, Jakarta, pada 4 Februari 2026. Ia menekankan bahwa fokus utama media harus selalu kembali pada nilai yang dirasakan langsung oleh audiens. Menurutnya, peningkatan jumlah pelanggan bukanlah tujuan semata, melainkan konsekuensi dari kualitas dan relevansi konten yang terus dijaga.

Strategi Membangun Nilai dan Kebiasaan Pembaca

Michael menjelaskan bahwa lonjakan langganan kerap terjadi saat dunia dilanda peristiwa besar. Namun, tantangan sesungguhnya muncul ketika situasi kembali normal dan minat pembaca mulai menurun. Untuk menghadapi kondisi tersebut, The New York Times memprioritaskan pembentukan kebiasaan membaca dalam jangka panjang.

Ia menyebut bahwa langkah awal yang krusial adalah menawarkan akses dengan tingkat hambatan yang rendah bagi pembaca baru. Skema perkenalan dengan harga terjangkau dinilai efektif sebagai pintu masuk untuk mengenalkan berbagai produk jurnalistik yang dimiliki NYT. Dari titik tersebut, media memiliki ruang dan waktu untuk membangun keterikatan pembaca terhadap konten.

Dalam jangka panjang, NYT lebih mendorong pembaca beralih ke langganan tahunan dibandingkan bulanan. Menurut Michael, langganan tahunan memberikan stabilitas dan kesempatan bagi redaksi serta tim produk untuk terus menyempurnakan pengalaman pengguna. Ia menilai bahwa kualitas konten dan kebiasaan menggunakan produk media menjadi kunci utama agar pembaca bersedia berkomitmen lebih lama.

Diversifikasi Bisnis dan Fokus pada Langganan

Selain membahas nilai dan kebiasaan, Michael juga menyoroti pentingnya diversifikasi sumber pendapatan. Ia menilai media modern tidak lagi bisa bergantung pada satu sumber pendanaan, termasuk iklan atau dukungan pemerintah. Pengalaman NYT menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari dominasi pendapatan iklan menuju langganan sebagai pilar utama bisnis.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa iklan tetap menjadi bagian dari ekosistem media, meskipun bukan lagi yang paling dominan. Menurutnya, keseimbangan antara berbagai sumber pendapatan akan membuat media lebih tangguh menghadapi perubahan pasar.

Menanggapi isu masa depan media kecil, Michael mengakui adanya potensi konsolidasi industri. Namun, ia tidak meyakini bahwa semua publikasi skala kecil akan hilang. Ia justru menekankan pentingnya setiap media menemukan kekuatan dan nilai unik yang membedakan mereka dari pemain besar. Fokus pada niche tertentu dinilai menjadi strategi realistis agar media tetap relevan dan memiliki audiens setia.

Pandangan Michael Greenspon tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan jurnalisme di era digital bukan semata soal teknologi, melainkan tentang konsistensi nilai, kedekatan dengan pembaca, serta keberanian mengubah model bisnis secara strategis.

daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech