Patrick YIP: Pendanaan Startup RI Anjlok 97%

Pradahlan Sindu Mardiko - Penulis
daftar webinar fundhub
Patrick YIP, Founding Partner Intudo


Depok, Stapo.id - Patrick YIP, Founding Partner Intudo, menyoroti penurunan tajam pendanaan startup di Indonesia yang disebutnya sebagai fase penyesuaian besar dalam ekosistem teknologi nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat sesi Reframing Technology From Expanse to Value dalam Fortune Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Westin Jakarta pada 12 Februari 2026.

Menurut Patrick, pendanaan startup di Indonesia pernah mencapai titik tertinggi pada 2021 dengan nilai sedikit di atas 9 miliar dolar AS. Namun dalam periode setelahnya, angka tersebut merosot drastis hingga tersisa sekitar 300 juta dolar pada tahun lalu. Ia menegaskan bahwa kondisi ini berarti terjadi penurunan sebesar 97 persen dari masa puncak. Angka ini bahkan lebih dalam dibandingkan rata rata penurunan di kawasan Asia Tenggara yang berada di kisaran 85 persen.

Ia menjelaskan bahwa industri startup Indonesia sebenarnya baru berkembang sekitar 13 hingga 14 tahun terakhir. Lonjakan besar terjadi saat masa pandemi ketika likuiditas global melimpah dan investor agresif menanamkan modal. Kini situasinya berbalik karena pasar memasuki fase normalisasi sehingga investor lebih selektif dan fokus pada fundamental bisnis.

Patrick menyebut situasi ini sebagai reset yang tidak hanya dirasakan investor tetapi juga para pendiri startup. Para founder kini dituntut mengubah pola pikir dari ekspansi cepat menuju efisiensi serta jalur profitabilitas yang lebih jelas. Ia menilai perubahan pendekatan ini justru penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dalam konteks teknologi kecerdasan buatan, Patrick melihat tren global masih menunjukkan arus investasi kuat terutama di Amerika Serikat. Namun di Indonesia, investasi AI dinilai masih terkonsentrasi pada lapisan infrastruktur dan fondasi teknologi. Ia melihat peluang besar justru berada pada lapisan aplikasi karena ruang inovasinya masih terbuka lebar dan belum banyak pemain.

Meski demikian, Intudo tidak membatasi fokus investasi pada sektor tertentu. Patrick menegaskan perusahaannya tetap bersifat agnostik sektor sambil melihat potensi dampak terbesar, terutama pada sektor konsumen. Ia mencontohkan salah satu portofolio mereka yakni Jago Coffee sebagai ilustrasi bagaimana model bisnis yang tepat dapat tetap berkembang meski kondisi pendanaan sedang menurun.

daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech