MBTI di Medsos: Antara Pintu Edukasi Psikologi atau Jebakan Stereotip Digital
Depok, Stapo.id - Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), yang awalnya dirancang sebagai alat asesmen kepribadian, kini telah bertransformasi menjadi identitas digital yang masif di media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, platform seperti TikTok dan Instagram dibanjiri konten empat huruf, mulai dari meme yang viral hingga penempatan kode MBTI di bio, memicu perdebatan apakah fenomena ini benar-benar mendorong pemahaman diri atau justru menciptakan jebakan stereotip baru.
Popularitas MBTI di ranah digital tak lepas dari kemudahannya dikonsumsi. Empat huruf yang sederhana jauh lebih mudah dicerna oleh algoritma dan pengguna dibandingkan penjelasan psikologi yang kompleks. Konten ini seringkali dikemas ringkas, emosional, dan sangat relatable, berfungsi sebagai pintu masuk awal bagi banyak orang yang mulai tertarik pada refleksi kepribadian. Kehadiran MBTI menawarkan bahasa cepat untuk menjelaskan diri sendiri dan mencari validasi sosial, memenuhi kebutuhan eksistensial pengguna digital.
## Mengkritisi Pergeseran Fungsi
Masalah krusial muncul ketika kesederhanaan tersebut mengaburkan kedalaman konteks. Media sosial cenderung menyederhanakan fungsi Thinking menjadi "dingin", atau Feeling sebagai "sensitif", padahal realitas manusia bersifat dinamis dan kompleks. Stereotip berlebihan ini sangat berisiko, mulai dari membatasi seseorang melihat potensi dirinya, hingga menjadi pembenaran atas perilaku negatif, seperti menganggap "aku memang begini karena MBTI-ku".
Alih-alih membantu memahami perbedaan, MBTI justru bisa menjadi alat baru untuk mengkotak-kotakkan. Para pengamat psikologi menekankan bahwa MBTI hanyalah alat refleksi awal, bukan label permanen. Jika digunakan tanpa literasi yang memadai, MBTI dapat beralih dari instrumen untuk melatih empati menjadi hiburan dangkal yang menyesatkan. Literasi psikologi yang sehat perlu ditekankan: kepribadian adalah spektrum yang bergerak, dan empati sejati lahir dari proses memahami secara utuh, bukan sekadar menghafal empat huruf di bio.
FAQ:
1. Apa risiko utama penggunaan MBTI di media sosial?
Risiko utamanya adalah munculnya stereotip berlebihan yang menyederhanakan kompleksitas kepribadian, sehingga membatasi potensi diri atau digunakan untuk menjustifikasi perilaku buruk.
2. Apakah MBTI masih dianggap alat yang valid dalam psikologi?
MBTI dianggap valid sebagai alat refleksi awal dan preferensi individu, tetapi sering dikritik karena kurangnya basis ilmiah yang kuat untuk memprediksi perilaku, dan kepribadian manusia dinilai lebih dinamis daripada 16 kategori.
.jpg)