Kementerian UMKM: AI Harus Inklusif dan Terjangkau, Aplikasi Sapa Usaha UMKM Jadi Jembatan Ekosistem Digital
Depok, Stapo.id - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menegaskan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence secara inklusif dan terjangkau bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) , Temmy Satya Permana, saat menghadiri Alibaba Cloud SME AI Growth Day yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, pada 3 Februari 2026.
Mewakili Menteri UMKM, Temmy Satya Permana menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap lebih dari 44 persen tenaga kerja di Indonesia. Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini bukan lagi soal jumlah atau kontribusi ekonomi, melainkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, tingkat adopsi teknologi dasar di kalangan UMKM sebenarnya sudah tergolong tinggi. Data menunjukkan bahwa lebih dari 98 persen UMKM telah menggunakan telepon genggam dalam aktivitas sehari-hari. Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut dinilai masih bersifat dangkal dan belum terintegrasi secara menyeluruh ke dalam proses bisnis. Saat ini, baru sekitar 40 persen atau setara 25,4 juta UMKM yang benar-benar telah masuk dan terkelola dalam ekosistem digital secara utuh.
Temmy menekankan bahwa digitalisasi UMKM tidak boleh berhenti pada kehadiran di platform online semata. Transformasi digital harus mampu mendorong peningkatan cara UMKM memproduksi barang, memasarkan produk, mengelola keuangan, hingga mengambil keputusan bisnis berbasis data. Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan pemahaman terkait kecerdasan buatan, di mana sekitar 24,57 persen UMKM belum memahami apa itu AI maupun potensi pemanfaatannya dalam kegiatan usaha.
Upaya dan Tantangan Bagi Pengusaha UMKM
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM meluncurkan aplikasi Safar UMKM atau Sapa Usaha. Aplikasi ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar dapat lebih mudah melakukan transformasi digital, mengembangkan usaha, serta membangun jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam satu ekosistem terpadu.
Dalam kesempatan tersebut, Temmy juga menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM, bukan sebagai ancaman. Menurutnya, AI saat ini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat bantu nyata yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat strategi pemasaran digital, memperbaiki kualitas pengambilan keputusan berbasis data, serta membuka akses UMKM ke rantai nilai global.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan ekosistem digital seperti yang tercermin dalam Alibaba Cloud SME AI Growth Day, Kementerian UMKM berharap adopsi AI di kalangan UMKM dapat berlangsung lebih merata, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

