Heboh! Ikan Sapu-Sapu Sungai Ciliwung Jadi Siomay, Pakar Ingatkan Bahaya Logam Berat
Depok, Stapo.id - Praktik senyap pengolahan ikan sapu-sapu (Pleco) yang diambil dari Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan, kini menjadi sorotan publik. Ikan yang dikenal sebagai pembersih akuarium ini ditangkap dari dasar sungai yang keruh, dipilah, dan dagingnya diolah menjadi bahan baku siomay. Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa aktivitas ini, yang telah berlangsung bertahun-tahun, berpusat di bantaran Ciliwung dekat Jembatan Kalibata.
Pada Kamis (22/1/2026), para pencari ikan terlihat cekatan memproses ratusan ekor ikan di atas rakit apung. Para pencari seperti Ali (35) melakukan pemilahan daging ikan sapu-sapu dari kulitnya yang keras sebelum dijual seharga sekitar Rp25.000 per kilogram. Daging ini kemudian didistribusikan untuk berbagai keperluan, termasuk olahan pangan. Faktor ekonomi dan kelimpahan ikan invasif menjadi alasan utama para pencari terus menjalankan kegiatan ini.
## Kebutuhan Ekonomi dan Ciri-Ciri Siomay Tercemar
Mamat (51), seorang pedagang siomay di sekitar Stasiun Duren Kalibata, mengakui menggunakan daging sapu-sapu karena harganya yang jauh lebih terjangkau, meskipun ia terkadang mencampurnya dengan ikan konsumsi lain. Siomay berbahan sapu-sapu memiliki ciri khas warna yang cenderung lebih gelap, menyerupai bakso, serta bau amis yang lebih kuat. Meskipun pedagang mengklaim belum pernah ada kasus keracunan, konsumen seperti Rahma (29) kini memilih waspada dan menanyakan sumber ikan yang digunakan sebelum membeli.
Kekhawatiran publik didukung oleh peringatan dari dunia medis. Ari Fahrial Syam, Pakar Penyakit Dalam Universitas Indonesia, menekankan bahwa bahaya utama terletak pada lingkungan tempat hidup ikan tersebut. Sungai yang tercemar mengakibatkan ikan sapu-sapu berpotensi mengakumulasi bakteri, kuman, dan terutama logam berat. Ari menegaskan bahwa proses pemasakan, sekuat apapun, tidak akan mampu menghilangkan kandungan logam berat tersebut. Konsumsi jangka pendek dapat memicu gangguan pencernaan, sementara paparan jangka panjang berisiko merusak organ vital seperti ginjal dan liver. Masyarakat harus bijak dan memastikan sumber ikan berasal dari perairan yang terjamin kebersihannya.
FAQ:
1. Apa risiko utama mengonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai tercemar?
Risiko utama adalah kontaminasi logam berat, bakteri, dan kuman dari air sungai yang kotor. Logam berat tidak hilang meski dimasak dan berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal serta liver dalam jangka panjang.
2. Bagaimana cara mengenali siomay yang dibuat dari daging ikan sapu-sapu?
Siomay berbahan ikan sapu-sapu cenderung memiliki warna yang lebih gelap, menyerupai bakso, dan memiliki aroma amis yang lebih kuat dibandingkan siomay yang dibuat dari ikan konsumsi biasa seperti tenggiri.
.jpg)