Harga Bitcoin Melemah 4 Pekan Beruntun Akibat Sentimen Global dan Isu AI

Stapo Indonesia - Penulis
daftar webinar fundhub

Depok, Stapo.id - Harga Bitcoin melanjutkan tren pelemahan selama empat pekan terakhir di tengah volatilitas pasar global. Pada perdagangan Rabu (18/2/2026), aset kripto terbesar di dunia ini sempat menyentuh level US$66.604 sebelum memangkas penurunan, dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) bagi stabilitas perekonomian masa depan. Pergerakan ini memperlihatkan korelasi yang semakin erat antara pasar kripto dengan indeks saham teknologi di Wall Street.

Penulis buletin Crypto is Macro Now, Noelle Acheson, menilai sentimen pasar saat ini cenderung suram meski adopsi institusi keuangan tradisional terus menunjukkan kemajuan. Kurangnya respons positif harga terhadap adopsi tersebut semakin menekan kondisi psikologis para pelaku pasar. Di sisi lain, ketidakpastian mengenai efektivitas belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk sektor AI turut membebani minat investor terhadap aset berisiko.

## Tekanan Arus Keluar Dana dan Kondisi Ketakutan Ekstrem

Tekanan pada Bitcoin semakin diperberat oleh arus keluar dana dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat yang mencapai US$360 juta sepanjang pekan lalu. Berdasarkan data CryptoQuant, indeks Fear and Greed kini berada di level 10 dari 100, yang mencerminkan kondisi ketakutan ekstrem (extreme fear). Para analis memperingatkan bahwa jika level dukungan (support) di angka US$60.000 tertembus, harga Bitcoin berisiko merosot lebih jauh ke kisaran US$50.000.

Laporan kuartal IV ke regulator AS menunjukkan adanya pergeseran strategi institusional, di mana Harvard University mulai mengurangi eksposur pada Bitcoin ETF namun untuk pertama kalinya mengambil posisi pada iShares Ethereum Trust. Sementara itu, Matt Hougan dari Bitwise Asset Management memperkirakan pemulihan pasar akan berlangsung secara bertahap seiring penyesuaian pasar terhadap fundamental industri kripto yang belum sepenuhnya dihargai.

## FAQ:
FAQ:1. Mengapa harga Bitcoin terus turun dalam sebulan terakhir?
Penurunan dipicu oleh volatilitas pasar global, kekhawatiran atas dampak disrupsi AI, serta arus keluar dana dari ETF Bitcoin yang mencapai ratusan juta dolar.
2. Berapa level harga kritis yang dipantau investor saat ini?
Investor memandang level US$60.000 sebagai area support penting; jika tertembus, harga berpotensi jatuh ke area US$50.000.
3. Bagaimana sikap institusi besar seperti Harvard terhadap kripto?
Harvard dilaporkan mengurangi kepemilikan saham pada ETF Bitcoin, namun mulai melakukan diversifikasi dengan mengambil posisi pada instrumen berbasis Ethereum.

Sumber: https://www.msn.com/id-id/berita/other/empat-pekan-tersungkur-harga-bitcoin-ditekan-volatilitas-global-dan-isu-ai/ar-AA1Wyos7
daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech