China Tembus Batas Plasma 'Matahari Buatan', Energi Bersih Tak Terbatas Kian Dekat
Depok, Stapo.id - China telah mencatatkan tonggak sejarah signifikan dalam pencarian energi bersih masa depan. Reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang dijuluki 'matahari buatan', berhasil menjaga plasma berkepadatan tinggi tetap stabil, sebuah prestasi yang melampaui batas teknis yang selama ini menjadi kendala. Keberhasilan yang diumumkan baru-baru ini oleh para ilmuwan dari Tiongkok ini menandai kemajuan besar menuju pemanfaatan teknologi fusi nuklir.
Fusi nuklir meniru cara Matahari menghasilkan energi, yakni dengan menggabungkan atom ringan untuk melepaskan daya yang masif tanpa menghasilkan gas rumah kaca atau limbah berbahaya yang signifikan. Namun, mereplikasi proses ini di Bumi membutuhkan suhu yang jauh lebih panas daripada inti Matahari. Tantangan utamanya adalah menjaga plasma—bahan bakar super panas yang bermuatan—agar tetap padat dan stabil.
Selama ini, kepadatan plasma di reaktor fusi dibatasi oleh Batas Greenwald, di mana jika kepadatan terlalu tinggi, plasma akan kehilangan stabilitas dan reaksi terhenti. Melalui EAST, tim peneliti China berhasil mempertahankan stabilitas plasma pada kepadatan 1,3 hingga 1,65 kali di atas Batas Greenwald. Menurut Ping Zhu, salah satu penulis utama studi dari Universitas Sains dan Teknologi China, temuan ini membuka jalur praktis dan terukur untuk memperluas batas kepadatan plasma pada perangkat fusi generasi berikutnya.
Keberhasilan ini dicapai dengan strategi cerdas, termasuk pengaturan tekanan gas bahan bakar yang cermat sejak awal dan optimasi pemanasan plasma menggunakan gelombang mikro agar elektron dapat menyerap energi secara efisien. Selain itu, keseimbangan kritis interaksi antara plasma dan dinding reaktor juga berhasil dijaga. Meskipun fusi nuklir belum dapat menjadi solusi instan karena masih memerlukan penelitian ekstensif—termasuk proyek ITER global yang diprediksi mulai beroperasi skala penuh pada 2039—pencapaian EAST ini menegaskan posisi China di garis depan teknologi energi terbersih dan hampir tak terbatas ini.
FAQ:
1. Apa itu Batas Greenwald dalam teknologi fusi nuklir?
Batas Greenwald adalah batas teoritis kepadatan plasma yang dapat dicapai dalam reaktor tokamak sebelum plasma kehilangan stabilitasnya dan reaksi fusi terhenti. Melampaui batas ini merupakan tantangan besar dalam rekayasa fusi.
2. Apa itu reaktor EAST?
EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak) adalah reaktor fusi nuklir eksperimental di China yang dirancang untuk meniru proses penghasilan energi Matahari. Reaktor ini sering dijuluki "matahari buatan" karena suhu ekstrem yang dicapainya.
.jpg)