Alibaba Cloud Unggulkan Qwen: Model AI Open Source dengan 1 Miliar Unduhan Dominasi Pasar Global

Pradahlan Sindu Mardiko - Penulis
daftar webinar fundhub

 

Ananda Budi, Head of Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia

Depok, Stapo.id – Alibaba Cloud menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam pengembangan kecerdasan buatan global melalui model bahasa besar Qwen yang bersifat open source. Hal tersebut disampaikan Ananda Budi, Head of Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia, dalam sesi bertajuk Pushing the Front of AI Innovation with GenAI Models pada acara Alibaba Cloud SME AI Growth Day di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, 3 Februari 2026.

Dalam paparannya di hadapan pelaku usaha, pengembang, dan mitra ekosistem digital, Ananda menekankan bahwa Qwen kini menjadi salah satu model AI open source paling dominan di dunia. Ia mengungkapkan bahwa Qwen telah mencatatkan sekitar satu miliar unduhan secara global dan memiliki lebih dari 200 ribu model turunan yang dikembangkan komunitas. Capaian tersebut menandai kuatnya adopsi Qwen di berbagai sektor dan wilayah, sekaligus memperlihatkan pergeseran lanskap AI global menuju kolaborasi berbasis sumber terbuka.

Ananda menyebut bahwa sejak September 2025, performa dan adopsi Qwen telah melampaui model pesaing utamanya, Llama. Menurutnya, pencapaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi Alibaba Cloud dalam mendukung pengembangan large language model sejak akhir 2022. Pendekatan open source dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan komunitas pengembang sekaligus mempercepat inovasi lintas industri.

Komitmen tersebut tercermin dari evolusi produk Qwen yang terus berlanjut. Alibaba Cloud telah merilis Qwen 2.5 pada Januari 2025, disusul varian Qwen Max yang memiliki skala parameter sangat besar. Model open source Qwen sendiri tersedia dalam rentang parameter yang luas, mulai dari skala kecil hingga ratusan miliar parameter, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, riset, maupun pengembangan aplikasi komersial.


Dalam sesi presentasi yang ditampilkan di layar utama, Ananda juga memaparkan pengembangan Qwen VL sebagai model visual understanding. Model ini dirancang untuk menangani pemahaman gambar, video, dokumen, hingga manajemen aset digital dengan presisi tinggi. Kemampuan ini diperkuat oleh fitur Image Layer, yang memungkinkan satu gambar dipecah menjadi beberapa lapisan terpisah untuk diedit secara fleksibel. Fitur tersebut dinilai relevan bagi kebutuhan praktis seperti pemasaran, desain kreatif, dan produksi konten visual yang membutuhkan kecepatan dan akurasi.

Selain visual understanding, Qwen juga dikembangkan dengan kemampuan multimodal dan listening abilities yang mendukung skenario pemrosesan suara serta reasoning yang lebih kompleks. Menurut Ananda, pendekatan ini memungkinkan AI digunakan secara lebih alami dalam alur kerja bisnis tanpa ketergantungan pada banyak alat tambahan.

Melalui pengembangan Qwen dan keluarga model AI lainnya, Alibaba Cloud menegaskan visinya untuk mendorong inovasi AI yang terbuka, kolaboratif, dan aplikatif. Bagi pelaku usaha di Indonesia, kehadiran model open source berskala global ini diharapkan dapat mempercepat adopsi AI sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan.

daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech