Alibaba Cloud Targetkan UMKM: Cloud dan AI Bukan Lagi Teknologi, Tapi Teori Transformasi
Depok, Stapo.id - Alibaba Cloud menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi cloud dan kecerdasan buatan. Penegasan tersebut disampaikan Sean Yuan, Vice President of Alibaba Cloud International sekaligus Regional General Manager of South Pacific Region, dalam sambutan pembukaan acara Alibaba Cloud SME AI Growth Day yang digelar di Jakarta pada 3 Februari 2026.
Sean Yuan menekankan bahwa UMKM memiliki peran sentral dalam perekonomian nasional dan menjadi fokus utama pengembangan bisnis Alibaba Cloud di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen basis pelanggan lokal Alibaba Cloud merupakan UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung segmen ini, Alibaba Cloud tidak hanya berinvestasi pada penguatan infrastruktur digital, tetapi juga membangun kehadiran lokal yang memahami kebutuhan dan tantangan bisnis di Indonesia.
Saat ini, Alibaba Cloud telah mengoperasikan tiga pusat data di Jakarta sebagai bagian dari komitmen jangka panjangnya di Tanah Air. Keberadaan infrastruktur tersebut dilengkapi dengan tim lokal yang bertugas mendampingi pelanggan dalam mengadopsi solusi cloud dan AI secara lebih efektif. Menurut Yuan, pendekatan ini penting agar teknologi yang ditawarkan tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan dan aplikatif bagi pelaku UMKM.
Dalam pemaparannya, Yuan menjelaskan bahwa konvergensi antara cloud dan AI telah melampaui batas sebagai sekadar teknologi pendukung. Ia menyebutnya sebagai fondasi utama atau teori transformasi yang mengubah cara bisnis beroperasi, berinovasi, dan bertumbuh. Perpaduan keduanya memungkinkan UMKM untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Langkah Konkret Alibaba Cloud Untuk UMKM
Sebagai contoh konkret, Yuan memaparkan sejumlah UMKM yang telah memanfaatkan teknologi Alibaba Cloud. Aman disebut sebagai platform yang membantu mikro-entrepreneur mengakses layanan finansial secara lebih inklusif. Sementara itu, Khasto Micro memanfaatkan cloud untuk menghubungkan ekosistem pengiriman pasar secara lebih efisien. Adapun Ultra Voucher berhasil menjaga kecepatan transaksi dan ketahanan penjualan, bahkan dalam kondisi gangguan seperti pemadaman listrik, berkat dukungan infrastruktur cloud yang andal.
Menjawab anggapan bahwa kecerdasan buatan hanya dapat diakses oleh perusahaan besar, Alibaba Cloud mengedepankan pendekatan open source first. Melalui strategi ini, Alibaba Cloud membuka akses terhadap model-model AI yang kuat agar dapat dimanfaatkan oleh pengembang, startup, hingga UMKM. Yuan menegaskan bahwa cloud dan AI seharusnya tidak dipandang sebagai teknologi yang kompleks dan mahal, melainkan sebagai alat yang mudah digunakan, terbuka, dan dapat diakses oleh siapa pun.
Harapan Kedepan AI Untuk UMKM
Dengan pendekatan tersebut, Alibaba Cloud berharap UMKM di Indonesia dapat memanfaatkan AI dan cloud sebagai pendorong utama pertumbuhan digital. Melalui kolaborasi antara teknologi, ekosistem, dan pemahaman lokal, Alibaba Cloud menargetkan terciptanya transformasi bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
