Aisahbella Dewi Purnomo: Udara Bersih dan Mental Baja Womenpreneur
![]() |
| Aisahbella Dewi Purnomo (CEO Ganari) Womenpreneur Dengan Semangat Juang Tinggi |
Depok, Stapo.id - Kesadaran akan pentingnya udara bersih di wilayah urban masih menjadi isu yang kerap luput dari perhatian banyak orang. Di tengah minimnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya polusi, Aisahbella Dewi Purnomo hadir sebagai sosok womenpreneur yang memilih untuk bersuara dan bergerak lewat produk dan riset bertema green. Perempuan asal Bandung ini dikenal sebagai pengembang alat dan produk yang berfokus pada kualitas udara, sekaligus finalis Diplomat Success Challenge (DSC).
Dari Kampus ke Dunia Profesional
Aisahbella Dewi Purnomo yang bisa disapa Bella saat ini berdomisili di Bandung. Ia memiliki ketertarikan pada dunia riset dan lingkungan sejak masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Di sela kesibukan profesionalnya, Bella juga memiliki hobi bermain gim Mobile Legends dan menulis. Baginya, menulis menjadi medium refleksi sekaligus cara menuangkan keresahan yang ia rasakan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Keresahan akan Udara Bersih di Wilayah Urban
Ketertarikan Bella pada isu lingkungan, khususnya udara bersih, berawal dari kegelisahan melihat semakin menipisnya ruang terbuka hijau. Ia mempertanyakan dari mana masyarakat urban bisa mendapatkan udara yang sehat dan segar jika ruang hijau terus berkurang. Menurutnya, udara kotor menjadi ancaman serius karena tidak kasat mata, namun tetap harus dihirup setiap hari dan berdampak langsung pada kesehatan manusia.
Konsistensi Sejak 2018 dan Proses Riset Panjang
Sejak tahun 2018, Bella mulai fokus mengembangkan produk dan alat yang bertujuan membantu banyak orang, terutama dalam menjaga kualitas udara. Proses yang ia jalani tidak singkat. Ia melakukan riset dan penelitian yang panjang dan mendalam, dengan pengembangan sekitar tiga hingga lima produk sebelum akhirnya melahirkan solusi yang matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lingkar Dukungan yang Menguatkan
![]() |
| Bella (paling kanan) Bersama Finalis DSC Season 16 |
Dalam perjalanannya, dukungan orang-orang terdekat memiliki peran besar. Sosok ibu menjadi pendukung utama yang mengetahui seluruh proses perjuangan Bella sejak masa kampus hingga produknya terbentuk. Selain itu, kehadiran angel investor yang ia sebut sebagai “bak malaikat” serta teman-teman yang setia mendukung dalam diam turut membawanya hingga sejauh ini, termasuk jejaring dari komunitas seperti DSC Season 16.
Udara Kotor sebagai Silent Killer
Bella menilai masih banyak orang belum menyadari bahaya udara kotor karena kurangnya pemahaman. Udara yang tercemar disebutnya sebagai silent killer karena tidak terlihat, namun efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan. Berbeda dengan hal visual yang mudah dihindari, udara kotor tetap terhirup tanpa disadari.
Perjalanan Panjang Sebelum Menjadi Womenpreneur
Sebelum dikenal sebagai womenpreneur, Bella telah menempuh berbagai pengalaman hidup. Ia pernah menjadi petani, SPG pakaian, pekerja paruh waktu di usaha sate milik temannya, asisten dosen, hingga magang di Witel Yogyakarta. Ia juga sempat menjadi asisten profesor di BATAN dan LAPAN, mengelola riset udara menggunakan pendekatan teknik nuklir. Pengalaman tersebut membentuk ketangguhan mental dan sudut pandangnya hari ini.
Mental, Niat, dan Tujuan
Bagi Bella, menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Ia menekankan pentingnya menjadi lebih aware terhadap kebiasaan sehari-hari. Sementara itu, untuk perempuan yang ingin terjun menjadi womenpreneur di bidang apa pun, ia menegaskan bahwa kunci utama adalah mental yang kuat, niat yang jelas, dan tujuan yang terarah.
![]() |
| Bella (Posisi sebelah kiri Helmy Yahya) Foto Bersama Finalis Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 |
Udara bersih, menurut Bella, adalah udara yang aman untuk dihirup dan masih berada dalam ambang batas yang sehat. Melalui kiprahnya sebagai finalis DSC Season 16, ia berharap semakin banyak anak muda dan perempuan yang berani bergerak, memiliki tujuan, serta tidak menyerah pada proses panjang menuju dampak yang lebih besar.
Narasumber : Aisahbella Dewi Purnomo
Interviewer : Pradahlan Sindu Mardiko


.jpeg)