WEF Peringatkan Gelembung AI: Dampaknya Diprediksi Lebih Parah dari Krisis Dotcom 2000

Stapo Indonesia - Penulis
daftar webinar fundhub


Depok, Stapo.id - World Economic Forum (WEF) baru-baru ini melayangkan peringatan keras terkait risiko pecahnya gelembung aset yang berpusat pada investasi masif di sektor Kecerdasan Buatan (AI). Lembaga yang bermarkas di Davos, Swiss ini menilai bahwa dampak keruntuhan gelembung AI di pasar finansial global diprediksi jauh lebih parah dibandingkan dengan meletusnya gelembung dotcom pada tahun 2000.


Dalam Global Risks Report 2026, WEF menyoroti kerentanan sistem finansial yang kini sangat bergantung pada segelintir perusahaan teknologi raksasa pengembang AI. Lonjakan belanja modal infrastruktur AI yang diperkirakan menembus US$1,5 triliun pada 2025 telah mendorong tingginya spekulasi investor terhadap saham-saham teknologi. Namun, laporan tersebut menggarisbawahi adanya kesenjangan serius antara ekspektasi pasar yang terlampau tinggi dengan keuntungan riil yang belum jelas terlihat.


Risiko ini menjadi nyata apabila pendapatan perusahaan-perusahaan kunci gagal memenuhi ekspektasi, yang kemudian memicu koreksi pasar tajam. WEF memperingatkan bahwa jika terjadi penurunan di pasar saham AS yang sebanding dengan krisis dotcom, nilai kekayaan yang tergerus akan jauh lebih besar karena masifnya tingkat eksposur saat ini. Dampaknya akan menjalar secara sistemik ke seluruh dunia, menekan permintaan konsumen dan nilai kekayaan rumah tangga secara global.


Kondisi ini diperparah oleh konsentrasi portofolio investor, termasuk dana pensiun global, yang sangat berat di Wall Street. Selain itu, ekonomi global menghadapi ancaman 'tembok pembiayaan kembali' (refinancing wall) utang pemerintah dan swasta yang akan jatuh tempo pada periode 2025–2027. Dengan total utang global mencapai US$251 triliun, ruang gerak fiskal negara-negara menjadi terbatas untuk menahan guncangan pasar.


WEF menekankan perlunya reformasi struktural dan penerapan kebijakan fiskal yang berhati-hati, memprioritaskan belanja yang efisien, guna mendorong produktivitas. Tanpa langkah-langkah ini, ekonomi global berisiko terperosok ke dalam periode pertumbuhan rendah yang berkepanjangan.


FAQ:

1. Apa itu gelembung AI yang diperingatkan oleh WEF?

Ini adalah situasi di mana valuasi saham perusahaan teknologi, terutama yang bergerak di bidang AI, meningkat drastis didorong oleh spekulasi dan ekspektasi investor yang sangat tinggi, yang tidak sejalan dengan profitabilitas riil atau pendapatan yang dihasilkan perusahaan tersebut.

2. Mengapa gelembung AI disebut lebih berbahaya daripada gelembung dotcom 2000?

WEF menilai bahwa eksposur pasar finansial terhadap segelintir perusahaan teknologi raksasa saat ini jauh lebih masif dibandingkan tahun 2000. Selain itu, kerentanan diperparah oleh konsentrasi portofolio investor global di pasar AS dan tingkat utang publik-swasta global yang mencapai US$251 triliun.


daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Stafriends

Memuat karya Stafriends...

Otomotif

Tech