Startup Spun Raih Pendanaan Rp 30,4 Miliar, Siap Ekspansi Visa AI ke Asia Tenggara
Depok, Stapo.id - Spun, sebuah startup yang berfokus pada pembangunan infrastruktur pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan (AI), baru saja mengumumkan penutupan putaran pendanaan tahap awal (seed funding) senilai USD 1,8 juta, atau setara dengan sekitar Rp 30,4 miliar. Dana segar ini, yang dilaporkan pada Rabu (21/1/2026), akan difokuskan untuk mengakselerasi ekspansi Spun ke pasar-pasar utama di kawasan Asia Tenggara, sebuah wilayah yang dikenal masih memiliki proses pengurusan visa yang kompleks dan belum terintegrasi sepenuhnya.
Putaran pendanaan krusial ini dipimpin oleh Genesia Ventures, dengan partisipasi signifikan dari Antler, Spiral Ventures, Iterative, Kopital Ventures, serta angel investor terkemuka seperti Kum Hong Siew, mantan Managing Director Airbnb China. Investasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem otomatisasi berbasis AI Spun dan meningkatkan kerja sama dengan mitra B2B serta platform perjalanan di seluruh wilayah.
## Mengatasi Kompleksitas Visa dengan AI
CEO dan Co-Founder Spun, Christa Sabathaly, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk menyederhanakan proses pengurusan visa yang dikenal sering berubah dan menimbulkan ketidakpastian bagi para pelancong. Christa menekankan bahwa visa seringkali dianggap sekadar urusan administratif, padahal menjadi sumber kecemasan terbesar dalam perjalanan internasional. Dengan satu sistem yang melayani kebutuhan individu maupun perusahaan, Spun ingin menjadikan proses visa lebih terstruktur, pasti, dan andal, jauh berbeda dari layanan agen konvensional.
Dalam 12 bulan operasional pertamanya, Spun telah membuktikan keandalannya dengan menangani ribuan pengajuan visa dengan tingkat persetujuan yang sangat tinggi, mencapai 99%. Keberhasilan ini didukung oleh sistem AI yang membantu pemohon dan mitra bisnis untuk memenuhi persyaratan visa secara tepat. Saat ini, Spun mendukung lebih dari 300 jenis visa di 90 negara lebih, serta telah terintegrasi secara mulus dengan platform perjalanan besar seperti Traveloka, Klook, Tiket.com, dan Nusatrip. General Partner Genesia Ventures, Takahiro Suzuki, menilai bahwa Spun berhasil membangun fondasi untuk menstandardisasi proses visa di kawasan Asia Tenggara, menjawab tantangan digitalisasi yang belum sepenuhnya memudahkan pengguna.
FAQ:
1. Apa fokus layanan utama Spun?
Spun adalah startup yang menyediakan layanan pendukung perjalanan dengan membangun infrastruktur pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyederhanakan proses visa masuk dan keluar bagi individu dan perusahaan.
2. Siapa yang memimpin putaran pendanaan awal Spun?
Putaran pendanaan awal (seed funding) Spun dipimpin oleh Genesia Ventures, dengan partisipasi dari Antler, Spiral Ventures, Iterative, Kopital Ventures, dan angel investor Kum Hong Siew.
Sumber: https://inet.detik.com/business/d-8317880/startup-ai-spun-raih-pendanaan-rp-30-4-m-bidik-ekspansi-asia-tenggara
