Nostalgia 2026: Mengapa Kembali Ke 2026 Jadi Trend?

Stapo Indonesia - Penulis
daftar webinar fundhub


 Depok, Stapo.id - Meskipun tahun 2026 sudah berjalan lebih dari 20 hari, perbincangan hangat di linimasa media sosial justru didominasi oleh kenangan satu dekade silam. Tahun 2016 mendadak viral kembali, dinobatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari netizen biasa hingga selebritas global, sebagai "The Last Good Year" atau tahun baik terakhir yang pernah dirasakan. Mengapa tahun yang berlalu sepuluh tahun lalu tersebut memiliki daya tarik nostalgia yang begitu kuat, terutama bagi generasi Millennial dan Gen Z yang kini menghadapi kerasnya quarter life crisis?


Sentimen ini, yang awalnya muncul dari media dan netizen Amerika Serikat, berakar pada perubahan iklim politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi pasca-2016. Di AS, 2016 masih dianggap stabil sebelum kebijakan-kebijakan signifikan yang memicu krisis diterapkan. Media terkemuka bahkan mencetuskan 2016 sebagai tahun terakhir di mana banyak aspek kehidupan terasa lebih adem dan otentik. Saat itu, media sosial memang sudah marak, tetapi belum terlalu dikendalikan algoritma ketat; tren seperti PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) diikuti murni untuk bersenang-senang, bukan demi engagement atau monetisasi, menciptakan suasana yang lebih guyub dan sederhana.


## Melacak Jejak Nostalgia di Indonesia dan Hollywood


Tren kilas balik ini terekspresikan melalui unggahan foto-foto jadul sepanjang tahun 2016 di berbagai platform, terutama Instagram. Selebriti Indonesia seperti Raisa yang mendeskripsikannya sebagai "handmade era," Enzy Storia, hingga Febby Rastanty, turut meramaikan tren ini dengan membagikan momen-momen personal mereka. Di Hollywood, Jessica Alba, Billie Eilish, dan Dua Lipa juga ikut membagikan kenangan mereka, bahkan idola K-Pop seperti Joy RED VELVET dan Yunjin LE SSERAFIM turut bernostalgia.


Di Indonesia sendiri, tahun 2016 penuh dengan momen ikonik. Kebangkitan box office nasional dirayakan dengan sukses besar Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss: Part 1, yang memecahkan rekor penonton film Indonesia. Sementara itu, gelombang Korea menyambut debut grup raksasa seperti BLACKPINK dan NCT. Secara keseluruhan, memori kolektif tahun 2016 menggambarkan era sebelum tekanan ekonomi global dan diskursus politik yang intens terasa di tahun 2026, menjadikannya tahun yang dikenang sebagai periode yang lebih simple and fun.


FAQ:

1. Apa yang membuat tahun 2016 disebut "The Last Good Year"?

Tahun 2016 dianggap sebagai tahun terakhir yang baik karena iklim politik global, terutama di Amerika Serikat, masih cenderung adem sebelum krisis ekonomi dan sosial yang signifikan terjadi. Selain itu, interaksi di media sosial kala itu masih lebih otentik dan berorientasi pada kesenangan murni, belum didorong oleh monetisasi dan algoritma yang ketat.

2. Apa momen budaya pop penting di Indonesia pada tahun 2016?

Di Indonesia, 2016 menjadi tahun kebangkitan box office nasional berkat kesuksesan besar film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss: Part 1. Selain itu, fenomena Hallyu juga melahirkan grup-grup K-Pop raksasa seperti BLACKPINK dan NCT yang mulai digandrungi masyarakat.


daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech