Keunggulan Energi: Elon Musk Prediksi China Kalahkan AS dalam Perlombaan AI Global
Depok, Stapo.id - Miliarder teknologi Elon Musk dan CEO Nvidia, Jensen Huang, sama-sama melontarkan pandangan mengejutkan mengenai peta persaingan kecerdasan buatan (AI) global. Keduanya memprediksi bahwa China memiliki peluang besar untuk mengungguli Amerika Serikat dalam perlombaan AI, dengan faktor energi dan infrastruktur sebagai penentu utama. Pandangan ini disampaikan Musk baru-baru ini dalam podcast bersama wirausahawan Peter Diamandis, sementara Huang telah menyatakannya pada November 2025 dalam wawancara dengan Financial Times.
Menurut Elon Musk, keunggulan utama Negeri Tirai Bambu terletak pada kemampuan mereka meningkatkan skala pembangkit listrik. Musk bahkan memproyeksikan bahwa output listrik China dapat mencapai tiga kali lipat AS pada tahun 2026. Kapasitas energi masif ini sangat krusial untuk menunjang operasional pusat data AI yang membutuhkan daya komputasi dan energi yang sangat besar. Jika pasokan listrik AS mengalami kendala, China justru memiliki infrastruktur yang mendukung ekspansi komputasi jangka panjang.
Pandangan ini diperkuat oleh peneliti senior di Academy of International Trade and Economic Cooperation China, Zhou Mi, yang mengamini bahwa kendala pasokan listrik di berbagai wilayah AS menjadi penghambat perluasan beberapa proyek AI besar. Di sisi lain, Jensen Huang menyoroti peran kebijakan pemerintah. Bos Nvidia itu menyebut pemerintah China kini gencar melonggarkan aturan, memberikan subsidi, hingga potongan harga listrik bagi pusat data besar seperti ByteDance dan Alibaba, bahkan untuk mendorong adopsi chip lokal.
Sebaliknya, Huang mengkritik lingkungan regulasi di AS yang dinilainya terlalu sinis dan menghambat inovasi. Pembatasan ekspor chip AI canggih, termasuk seri Blackwell, yang diterapkan oleh pemerintahan AS ke China juga memperlambat laju inovasi domestik. Bagaimana China memanfaatkan infrastruktur dan insentif energi mereka, sementara AS bergulat dengan birokrasi dan kendala energi, akan menjadi penentu siapa yang memenangkan perlombaan AI masa depan.
FAQ:
1. Apa alasan utama China diprediksi unggul dalam AI?
Alasan utamanya adalah keunggulan China dalam kapasitas pasokan listrik dan infrastruktur energi yang melimpah, yang sangat dibutuhkan oleh pusat data AI. Selain itu, kebijakan pemerintah China yang suportif melalui subsidi dan insentif juga mendorong adopsi teknologi AI.
2. Siapa tokoh yang menyampaikan prediksi ini?
Tokoh utama yang menyampaikan prediksi ini adalah Elon Musk, pemilik X/Twitter, dan Jensen Huang, CEO Nvidia. Pandangan mereka juga diamini oleh peneliti China, Zhou Mi, yang melihat langsung hambatan energi di AS.
